Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Aplikasi Chatting Google Allo

Beberapa saat yang lalu, melalui helatan akbar Tahunan, Google memperkenalkan Aplikasi Chatting terbaru buatan mereka bernama Google Allo. Allo sejatinya diciptkan oleh Google untuk mengikis dominasi WhatsApp dalam ranah Aplikasi Messenger.

Baca Juga : Inilah beberapa inovasi yang terungkap di Google I/O 2016

Benarkah Google Allo Tidak Aman?

Belum juga diluncurkan secara masal, Allo mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang memberikan kritik terhadap Google Allo adalah Edward Snowden. Snowden yang merupakan mantan kontraktor NSA (National Scurity Agency) mengungkapkan bahwa Google Allo tidak aman.

Alasan utama yang diungkap oleh Snowden adalah bahwa Allo tidak melakukan enkripsi end-to-end secara default. Fasilitas enkripsi end-to-end hanya muncul ketika pengguna mengaktifkan fitur Incognito. Snowden mengatakan ini sangat berbahaya, seperti yang Prilude kutip dari newseveryday (26/5).

Baca Juga : Google Allo Resmi Dirilis, Google Asisten Fitur Paling Menarik

Snowden sendiri menyayangkan sikap Google yang tidak menyediakan fitur ini sebagai fitur bawaan. Padahal disisi lain, sainganan Google Allo seperti Telegram, WhatsApp sudah menyediakan ini sebagai fitur default.  Hal inilah yang membuat Snowden mengklaim Allo tidak aman dan tidak layak digunakan sebagai aplikasi Chatting sehari-hari. 

Google Allo sendiri merupakan produk percobaan lainnya dari Google. Setelah beberapa saat lalu Google telah menyedikan aplikasi Chatting seperti Google Talk yang kemudian di ganti sama hangout. Menurut sejarahnya, sampai saat ini belum ada satupun aplikasi Chatting buatan Google yang bisa menjadi pemimpin di pasar. Menanggapi hal tersebut, pihak Google kemudian menciptakan Duet maut Allo dan Duo. Kedua produk diperkenalkan pada gelaran Google I/O 2016 kemarin. Dan diharapkan nantinya akan menguasai pasar dan bisa mengalahkan aplikasi chatting sejuta umat saat ini, Yaitu Whatsapp.

Google memiliki sejumlah kelebihan dari kekurangan, kelebihan yang paling menonjol diantaranya adalah fitur Incognito yang memungkina percakapan dilakukan secara rahasia, dan yang menarik Allo akan bisa menghapus riwayat Chatting sesaat setelah chatting berakhir. Selain itu katanya Allo dilengkapi dengan Google asisten yang ditanamkan dalam aplikasinya. Menarik bukan?

Baca Juga : Beberapa Kasus HP Samsung Meledak Kembali Terjadi

Kelebihan dan Kekurangan Allo, Aplikasi Chatting Buatan Google

Aplikasi Chatting Google Allo

Aplikasi Chatting Allo yang baru di  perkenalkan Google dalam Google I/O 2016 kemarin, ternyata mulai membuat Publik bertanya-tanya. Apakah keistimewaan-nya?, sehingga Aplikasi ini di gadang-gadang oleh Google sendiri bisa mengalahkan Aplikasi Chatting sejuta umat saat ini, yaitu Whats App.

Baca Juga : Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Marilah kita intip apa sajakah keunggulan atau keistimewaan Allo:

  1. Yang pertama fitur Whisper out, kelebihannya bisa mengatur ukuran teks yang akan Kamu kirim, cukup meng-scroll seek bar ke atas atau ke bawah . Ini adalah salah satu inovasi Google yang belum ada di Aplikasi Chatting lain.36.1
  2. Selanjutnya, bila Kamu ingin mengirim gambar, cukup menariknya saja. Gambar tersebut bisa Kamu beri keterangan dengan mencorat-coretnya.
  3. Kelebihan yang ketiga adalah adanya fitur Smart Reply. Fitur ini di pergunakan bila ingin membalas Chatting dengan cepat tanpa mengetik satu huruf pun. Cukup memencet smart reply dan pilih iya atau tidak.
  4. Yang ke-empat. Google mengintegrasikan Google Assisten-nya ke Aplikasi Chatting ini. Jadi kamu bisa mencari restaurant atau tempat dengan lebih mudah, hanya tinggal menariknya ke kolom Chating.
  5. Yang terakhir adalah Incognito Mode, atau mode penyamaran. Keunggulan mode penyamaran ini adalah  memungkinkan kalian chatting secara privasi dengan enkripsi end-to-end, notifikasi yang tak terlihat, dan semua obrolan akan hilang selamanya setelah chatting berakhir

Baca Juga : Inilah Beberapa Inovasi Google yang terungkap di Google I/O 2016

Poin yang terakhir tersbut menegaskan salah satu kelemahan dari Allo. Karena ternyata pesan yang di kirim pengguna tidak di enkripsi oleh Aplikasi Allo ini. Hanya apabila pengguna menggunakan mode Penyamaran, pesan baru di enkripsi end-to-end.

Tidak di enkripsinya pesan pengguna di Aplikasi Allo ternyata membuat Gerah kepala dari Tim keamanan Produk Google Thai Duong. Thai Duong menginginkan semua pesan yang terkirim lewat chattingan semua  ter-enkripsi dan menjadi pengaturan Default dari Allo, untuk menjaga Keamanan dan Privasi pengguna tetapi tidak harus di hapus setelah Pengguna keluar dari Chatting seperti halnya Whats App, dan pengguna juga bisa di beri pilihan untuk menghapus atau tidak percakapannya saat keluar dari Aplikasi ini.

Untuk saat ini Aplikasi Chatting pintar ini belum di luncurkan untuk umum, tetapi Kamu bisa daftar di muka bila nantinya Aplikasi Gooogle Allo ini siap di luncurkan ke pasaran. Silahkan Cari di Play Store dengan nama “Google Allo” , bila ingin mendaftar.

Whats App meluncurkan Versi Desktop Untuk Mac dan Windows

Aplikasi Chatting yang telah mengklaim dirinya memiliki satu Milyar penguna, yaitu Whats App, baru-baru ini meluncurkan sebuah fitur dari Aplikasi miliknya. Yaitu versi Desktop untuk Mac atau Windows. Dengan adanya versi desktop, pengguna Whats App bisa mengsingkronkan pesan maupun kontak yang ada di versi Mobile ke versi Desktop.

Pengguna Whats App di desktop nantinya, tidak akan menemukan perbedaan yang signifikan dengan Whats App yang mereka pakai di Handphone. Seperti yang dikatakan oleh pihak Whats App:

“Aplikasi desktop kita hanyalah perpanjangan dari Whats App di ponsel Anda, dengan semua pesan disinkronkan antara perangkat”

Rupanya, pihak Whats App tidak mau ketinggalan dari para pesaingnya yang telah lebih dulu membuat versi deskrop, diantaranya adalah iMessenger, WeChat, dan Skype. Padahal Whats App memiliki lebih banyak pengguna di banding ketiga aplikasi tersebut,  terutama di Negara India, Brasil dan Afrika selatan yang mengandalkan Whats App untuk berkomunikasi tentang pekerjaan. Hal tersebut lah yang menjadi salah satu alasan Whats App untuk mulai mengembangkan Aplikasi versi Desktop.

Selain dari alasan kenyamanan pengguna, rupanya Whats App juga memikirkan masalah Penerimaan. Tak bisa Kita pungkiri bahwa Whats App pasti akan kehilangan banyak uang dari menggratiskan Aplikasinya baru-baru ini, karena kehilangan 0,99 Dolar per-Pengguna. Pihak Whats App berharap dengan adanya versi desktop ini, penerimaan dari Aplikasi Whats App dapat melonjak.

Rata-rata Orang Menghabiskan 50 Menit Per-Hari Untuk Membuka Facebook dan Instagram

Stategi Facebook untuk menjadi Aplikasi Keluarga ternyata sukses besar, karena saat ini Facebook termasuk salah satu dari Aplikasi Keluarga, yaitu aplikasi yang pasti ada di setiap perangkat Handphone. Instagram juga termasuk di dalam Aplikasi Keluarga tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Founder Facebook Mark Zuckerberg “ Saat ini orang-orang di seluruh penjuru Dunia, menghabiskan rata-rata 50 Menit untuk membuka Facebook, Instagram dan Messanger, dan itu belum termasuk Whats App”. Jadi waktu yang digunakan tersebut belum termasuk waktu untuk membuka Whats App, berarti sebenarnya Orang-orang menghabiskan waktu lebih dari 50 menit jika di tambah dengan waktu untuk Chatting di Whats App.

Pada Bulan July 2014, Zuckerberg mengatakan bahwa orang Amerika menghabiskan waktu rata-rata 40 menit untuk membuka Facebook. Tetapi seiring berjalannya waktu, sekarang seluruh dunia rata-rata menghabiskan waktu 50 Menit untuk Facebook dan Instagram, bukan hanya di Amerika saja. Hal tersebut terjadi karena adanya bantuan dari faktor periklanan, karena dengan adanya iklan di Facebook mendorong orang untuk lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membuka Facebook.

Dengan terus meraksasanya Jejaring Sosial Facebook, kini penghasilan Facebook telah mencapai 6 Miliar Dolar atau setara 79 Triliun Rupiah lebih.


Sumber Gambar: Techcrunch