Iran Ingin Aplikasi WhatsApp buka server di Negaranya

Aplikasi WhatsApp Messenger (pixabay), fitur baru Whatsapp

Iran, negara yang dikenal cukup sensitif soal keamanan negara, ingin agar semua aplikasi chatting termasuk Aplikasi WhatsApp, Aplikasi Telegram,BBM dan sebagainya untuk buka server di Negaranya. Hal tersebut berkaitan dengan keinginan pemerintah Iran untuk bisa memantau semua percakapan dengan alasan demi keamanan Negara.

Pemerintah Iran ingin bisa melacak percakapan pribadi dari Aplikasi Messenger, seperti yang dikutip Prilude dari TechCrunch (31/5). Sebelumnya, telah banyak media sosial yang diblokir oleh Iran, dan nampaknya pemerintah Iran ingin kontrol yang lebih mendalam.

Baca Juga: Whats App di Blokir Lagi di Brazil

Aplikasi WhatsApp dan Telegram Makin Populer

Disisi lain, Aplikasi WhatsApp dan Telegram memiliki jumlah pengguna yang terus bertambah di Iran, dan pemerintah tidak memiliki kontrol terhadap apa yang dibicarakan pada aplikasi tersebut. Pengguna di Iran bisa membuat group telegram dengan ratusan anggota. Hal tersebutlah yang membuat Iran khawatir jika group di Telegram maupun WhatsApp digunakan untuk memperbincangkan aksi pemakjulan terhadap pemerintah.

Namun sayangnya, pemindahakn server ke Iran bukanlah solusi yang baik. Pasalnya, Aplikasi WhatsApp melakukan enkripsi end-to-end pada percakapannya. Oleh karena itu, meskipun datanya ada di negara Iran, namun pemerintah Iran tetap tidak bisa membaca isi dari percakapan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh iMessage buatan Apple. Aplikasi Chatting ala Apple tersebut melakukan enkripsi end-to-end, sehingga yang bisa membaca percakapan hanyalah pihak pengirim dan juga penerima pesan. Begitu juga dengan Telegram, sejak awal aplikasi ini sudah konsisten untuk menerapkan enkripsi end-to-end. Bahkan telegram merupakan salah satu pelopor dalam menjaga privasi pengguna.

Namun demikian, ada beberapa aplikasi messenger, yang tidak melakukan enkripsi end-to-end, diantaranya yaitu Google Allo.

Baca Juga : Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Blokir Internet Tidak Efektif

Seperti halnya negara lain yang melakukan pembatasan terhadap koneksi internet, selalu saja ada jalan untuk membuka dan mengupdate status di akun facebook maupun twitter. Masyarakat Iran bisa menginstall aplikasi VPN yang memungkinkan mereka untuk mengakses situs-situs yang diblokir tanpa ketahuan oleh ISP. Namun tampaknya, kali ini pemerintah Iran tidak ingin memblokir, melainkan ingin memiliki kontrol yang lebih terhadap data percakapan.

Berita Terbaru

Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Aplikasi Chatting Google Allo

Beberapa saat yang lalu, melalui helatan akbar Tahunan, Google memperkenalkan Aplikasi Chatting terbaru buatan mereka bernama Google Allo. Allo sejatinya diciptkan oleh Google untuk mengikis dominasi WhatsApp dalam ranah Aplikasi Messenger.

Baca Juga : Inilah beberapa inovasi yang terungkap di Google I/O 2016

Benarkah Google Allo Tidak Aman?

Belum juga diluncurkan secara masal, Allo mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang memberikan kritik terhadap Google Allo adalah Edward Snowden. Snowden yang merupakan mantan kontraktor NSA (National Scurity Agency) mengungkapkan bahwa Google Allo tidak aman.

Alasan utama yang diungkap oleh Snowden adalah bahwa Allo tidak melakukan enkripsi end-to-end secara default. Fasilitas enkripsi end-to-end hanya muncul ketika pengguna mengaktifkan fitur Incognito. Snowden mengatakan ini sangat berbahaya, seperti yang Prilude kutip dari newseveryday (26/5).

Baca Juga : Google Allo Resmi Dirilis, Google Asisten Fitur Paling Menarik

Snowden sendiri menyayangkan sikap Google yang tidak menyediakan fitur ini sebagai fitur bawaan. Padahal disisi lain, sainganan Google Allo seperti Telegram, WhatsApp sudah menyediakan ini sebagai fitur default.  Hal inilah yang membuat Snowden mengklaim Allo tidak aman dan tidak layak digunakan sebagai aplikasi Chatting sehari-hari. 

Google Allo sendiri merupakan produk percobaan lainnya dari Google. Setelah beberapa saat lalu Google telah menyedikan aplikasi Chatting seperti Google Talk yang kemudian di ganti sama hangout. Menurut sejarahnya, sampai saat ini belum ada satupun aplikasi Chatting buatan Google yang bisa menjadi pemimpin di pasar. Menanggapi hal tersebut, pihak Google kemudian menciptakan Duet maut Allo dan Duo. Kedua produk diperkenalkan pada gelaran Google I/O 2016 kemarin. Dan diharapkan nantinya akan menguasai pasar dan bisa mengalahkan aplikasi chatting sejuta umat saat ini, Yaitu Whatsapp.

Google memiliki sejumlah kelebihan dari kekurangan, kelebihan yang paling menonjol diantaranya adalah fitur Incognito yang memungkina percakapan dilakukan secara rahasia, dan yang menarik Allo akan bisa menghapus riwayat Chatting sesaat setelah chatting berakhir. Selain itu katanya Allo dilengkapi dengan Google asisten yang ditanamkan dalam aplikasinya. Menarik bukan?

Baca Juga : Beberapa Kasus HP Samsung Meledak Kembali Terjadi