LinkedIn Dipinang Microsoft Senilai 349 Triliun Rupiah

Linkedin Jejaring Sosial Profesional Terbesar

LinkedIn yang merupakan jejaring sosial profesional yang berdiri sejak 2002 yang lalu ini,  Kini resmi dipinang oleh Microsoft, dengan nilai 26,2 Miliar Dolar Amerika atau kalau di-Rupiahkan senilai 349 Triliun. LinkedIn yang merupakan jejaring sosial Profesional, masih menempati urutan pertama di bidangnya. Terus mengapa memutuskan untuk menerima pinangan Microsoft?

Baca Juga : LinkedIn Bocor, Mark Zuckerberg pun Kena Hacker

LinkedIn resmi bergabung dengan Microsoft.

LinkedIn yang saat ini merajai Jejaring sosial Profesional dengan  433 Juta akun yang terdaftar dan 105 Juta Akun aktif bulanan. Angka yang fantastis tersebut ternyata tidak mampu untuk menjaga harga Sahamnya. Pada Februari tahun ini, Sahamnya turun sebesar 43% hanya dalam waktu satu hari. Hal tersebutlah yang menyebabkan Intern LinkedIn pesimis dengan masa depan perusahaan mereka.

Gayung pun bersambut, akhirnya Microsoft melirik Jejaring Sosial Profesional terbesar ini, yang memang sedang membutuhkan sokongan pihak yang lebih kuat. Akhirnya pada Tanggal 13 Juni kemarin, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan Perusahaan bersama-sama. Beginilah kata bos Microsoft mengenai kesepakatan ini:

“Tim Linked In telah mengembangkan bisnis yang fantastis dengan fokus menghubungkan profesional di dunia. Bersama-sama kita bisa mempercepat pertumbuhan, serta Microsoft Office 365 dan Dynamics saat kita berusaha untuk memberdayakan setiap orang dan organisasi di planet ini”

Microsoft membeli Jejaring sosial Profesional ini dengan harga 196 Dolar Amerika per lembar saham. Lebih tinggi dari harga seharusnya yang hanya 131 Dolar. Jadi berdasarkan kesepakatan, saat ini Microsoft memiliki 50% dari seluruh Saham.

Baca Juga :

LinkedIn Student, Applikasi Untuk Mempermudah Mencari Kerja

Jangan Seperti Mark, Ini Lah Cara Melindungi Password Akun Medsos Kamu

Karena dipinang oleh Microsoft, saham Linked In melejit ke arah positif. Tetapi hal sebaliknya terjadi untuk saham Microsoft. Sehingga saham Microsoft mengalami penurunan sebesar 3,6% pada senin pagi

Untuk management selanjutnya, Microsoft masih menyerahkan pada CEO sebelumnya yaitu Jeff Weiner. Beginilah Kata Jeff Weiner atas dibelinya Perusahaan tempatnya bernaung oleh Microsoft:

“Sama seperti kita mengubah cara dunia terhubung ke kesempatan, hubungan dengan Microsoft ini, dan kombinasi cloud dan jaringan, memberikan kita kesempatan untuk juga mengubah cara dunia bekerja,”

Dan Bos Microsoft Salut Terhadap Pemerintah Indonesia

Kemarin, Hari Kamis Tanggal 26 Mei 2016, Bos Microsoft (Chief Executive Officer), Satya Nadella hadir di Indonesia tepatnya di Hotel Ritz Caltron. Kedatangannya adalah karena adanya acara Ulang Tahun Microsoft Indonesia ke-20 dan acara Microsoft Developer Festival. Acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Pada kesempatan itu di hadapan 1500 orang Developer Aplikasi Lokal, Bos Microsoft tersebbut juga memperkenalkan Platform Cloud baru buatannya yaitu Azure. Platform ini mempunyai kelebihan bisa mengintegrasikan data. Dan saat ini sudah banyak Perusahaan Swasta maupun Pemerintah di Indonesia yang menggunakannya untuk mengintegrasikan datanya agar lebih mudah dan cepat diakses, seperti Garuda Indonesia, e-rapport, Radya Labs, dan bahkan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) sudah menggunakannya.

Baca Juga : Microsoft Rugi 109 Milyar Rupiah Akibat Beli Nokia

Karena pemerintah Indonesia melalui BPJS bisa mengintegrasikan data dengan cepat ke seluruh Wilayah Indonesia yang sangat Luas, Bos Microsoft itu-pun mengungkapkan Kekagumannya kepada Pemerintah:

“Saya kagum melihat pemerintah bisa memanfaatkan cloud untuk menyalurkan layanan kesehatan untuk seluruh penduduk Indonesia,”

Melihat kemajuan Bidang Teknologi di Indonesia, Bos Microsoft Sendiri berharap ingin menjadi bagian dari Perkembangan Teknologi tersebut dengan menjadi penyedia Teknologi, yang bisa mewujudkan Ide menjadi Wujud nyata seperti Platfom Cloud Azure ini, dan tentu saja Micosoft akan mendukung komunitas Developer Indonesia melalui Produk dan Layanan yang disediakan oleh Pihak Microsoft

Selain Azure, Bos Microsoft juga memperkenalkan Produk Hololens, Produk ini menerapkan teknologi Mixed Reality. Yang nantinya membuat para penggunanya bisa berkomunikasi jarak jauh dengan lebih mudah, sangat cocok di gunakan di Indonesia yang mempunyai wilayak luas terutama di bidang akademis atau Bidang Kesehatan.

Semoga saja beberapa Teknologi canggih tersebut bisa diterapkan di Indonesia, dan Indonesia bisa menjadi Negara yang menerapkan teknologi di setiap bidang kehidupan, untuk membantu Pemerintah dan tentu saja Warga Negaranya dalam melakukan berbagai pekerjaan yang tadinya terasa sulit, atau bahkan tidak mungkin menjadi mungkin dan mudah.


Sumber Gambar : staticflickr

Berita Terbaru

Benarkah Nokia Dijual Ke Foxconn?

Vendor Legendaris HP Nokia

Lisensi Device dan Service Nokia yang baru saja menjadi milik Microsoft Tahun 2014 yang lalu, Kini dikabarkan akan di jual kepada perusahaan Manufaktur Foxconn. Padahal Microsoft masih memiliki Lisensi Nokia sampai tahun 2024 mendatang, dan Nokia nyatanya masih terjual 15 Juta Feature Phone selama kuartal pertama 2016 ini, hal tersebut pasti menyumbang penghasilan yang tidak sedikit untuk Microsoft.

Desas desus akan di jualnya Nokia kepada Foxconn juga  diikuti oleh gosip lainnya yaiu Gosip bahwa Microsoft akan menutup divisi feature phone yang menyisakan divisi mobile (yang  menghasilkan smart Phone Lumia), dan 50% karyawan akan menjadi korban akibat divisi feature Phone tersebut ditutup. Padahal saat Nokia di jual ke Microsoft, karyawannya sudah terpangkas sebanyak 18.000 orang.

Gosip panas tersebut beredar karena nyatanya Microsoft lebih banyak menghasilkan uang dari hasil Hak Paten OS Android, daripada dari penjualan Windows Phone Nokia. Memang hal tersebut masuk akal, karena pamor Android yang  memang sedang naik daun di seluruh dunia.

Namun banyak yang berharap bahwa Microsoft masih memegang Lisensi Device dan Service dari Nokia. Karena adanya talet Survace Pro berbasis Windows Phone yang laku di pasaran. Banyak yang berharap adanya Tablet tersebut akan melunakan Microsoft untuk tidak menjual Lisensi Nokia-nya kepada Foxconn, dan Microsoft masih menghasilkan Handphone-handphone lain yang lebih baik dengan Nokia.

Inilah Fitur Baru Dari Windows 10 Redstone

Microsoft kini tengah mengembangkan sistem operasi Windows 10 Redstone miliknya yang merupakan bagian dari Project Rome. Microsoft akan mengembangkan berbagai fitur canggih untuk Windows 10 Redstone ini,  salah satu fitur yang sedang dikembangkan adalah fitur Hand-Off, seperti fitur  yang dimiliki Apple di OS X.

Di Fitur Hand-Off yang dimiliki oleh OS X- nya Apple, pengguna bisa menerima panggilan di Mac tanpa harus memegang I-Phone mereka, Tetapi  sedikit berbeda dengan fitur yang terdapat di OS X milik Apple, Microsoft akan menerapkan fitur Hand-off ini untuk menjalankan aplikasi dari ponsel ke desktop menggunakan Bluetooth.

Jadi dengan adanya Fitur Hand-off dari Microsoft, Anda bisa melanjutkan pekerjaan yang sudah dilakukan di Handphone. Misalkan Kamu akan mengrim email kepada seseorang, dan sudah mengetik sebagian teksnya di Handphone, lalu teringat bahwa lampiran masih belum di pindahkan di Laptop. Nah, aktifkan saja fitur Hand-Off ini dan otomatis, apa yang sudah Kamu ketik di Handphone bisa langsung tampil di Laptop, tanpa harus mengetik ulang.

Selain dari Fitur Hand-Off, Microsoft juga tengah mengembangkan fitur Contana. Yaitu fitur Assistem Digital yang akan mengingatkan pengguna bahwa Pekerjaan yang tengah dilkakukan belum selesai. Cortana ini nantinya akan terintegrasi ke perangkan Handphone berbasis Android, iOS atau Windows Phone itu sendiri.

Lalu kapankah Kita bisa menikmati Fitur terbaru dari Windows 10 Redstone ini. Menurut jadwal Microsoft akan meluncurkannya pada pertengahan Tahun 2016 ini.


Sumber Gambar: www.Youtube.Com