‘Secret Conversation Messenger’ Pastikan Pesan Gak Bisa di Intip

facebook messenger

Facebook kembali menyedikan fitur baru untuk layanan pesan kesayangannya, Messenger. Berdasarkan rilis oleh Facebook dikatakan bahwa mereka sedang menyiapkan fitur keamanan yang memungkinkan pengguna messenger untuk berchatting ria tanpa khawatir akan diintip oleh orang lain. Fitur keamanan tersebut menyediakan enkripsi end-to-end. Facebook menyebutnya dengan secret conversation messenger. 

Mulai hari ini, Sabtu (9/7) secret converstaion messenger akan mulai bisa dinikmati oleh pengguna facebook secara terbatas. Secara teknis mereka memang masing menguji coba layanan ini sehingga layanan ini belum bisa digunakan oleh seluruh pengguna messenger. 

Fitur secret conversation messenger, memberikan jaminan pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja. Itu artinya, facebook sendiripun tidak akan pernah tahu isi dari pesan yang dikirim oleh penggunanya.

Sebagai tambahan jaminan keamanan yang lebih baik, facebook pun menambahkan fitur pesan berbatas waktu ala BBM. Dengan menggunakan fitur tersebut, pesan yang dikirim dan diterima akan lebih aman karena akan secara otomatis dihapus manakala telah mencapai masa kadaluarsa. Pengguna bisa mengatur kapan pesan tersebut akan kadaluarsa sehingga meski handphone kita dicuri oleh lain, tetap orang lain tidak akan bisa membaca pesan yang kita kirim maupun terima.

Menurut David Markus (wakil presiden produk perpesanan facebook) Secret Converstation Messenger saat ini hanya bisa dinikmati oleh pengguna android dan iOS. Itu artinya, fitur ini belum berjalan pada situs facebook, maupun layanan messenger.com. Seperti yang prilude kutip dari laman techcrunch Sabtu (9/7).

“Kami ingin membuat messenger menjadi aplikasi perpesanan utama, dan sementara kami telah memiliki berbagai fitur keamanan rasanya kami masih memerlukan fitur keamanan ekstra yang lebih baik” ujar Marcus. Dewasa kini untuk bisa menjadi aplikasi perpesanan memang mutlak perlu ada enkripsi end-to-end. Hal tersebut dikarenakan aplikasi chatting lainnya telah menyediakan fitur terebut.

Secret Conversation Messenger Tidak Default Aktif

Hal yang disayangkan dari fitur ini adalah, bahwa pengguna harus mengaktifkan fitur ini tersebut dahulu. Itu artinya, dia tidak aktif secara otomatis. Perlakuan ini mirip dengan layanan pesan Google Allo. Diberitakan sebelumnya oleh Prilude bahwa enkripsi end-to-end di Google Allo juga perlu campur tangan pengguna untuk mengaktifkannya.

Hal tersebut pernah di kritik oleh pakar keamanan dan juga mantan pegawai NSA, Edward Snowden. Snowden pernah mengatakan bahwa Google Allo sangat payah, karena fitur enkripsi tidak disediakan secara default. 

Baca Juga : Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Namun, markus bersikeras bahwa fitur tersebut harus bisa diaktifkan dan dinonaktifkan oleh pengguna. Pengguna harus memiliki kontrol terhadap fitur end-to-end. Salah satu pertimbangan dari Markus adalah bahwa pengguna messenger memiliki hak untuk mengirim konten kaya seperti GIF, Video, dan Payment di Messenger. Ya, dengan kata lain, kita tidak bisa mengirim Konten Kaya ketika sedang berada pada modus aman.

Facebook Messenger ‘Paksa’ Pengguna Aplikasi SMS Untuk Pindah

Facebook Messenger (Flickr)

Facebook baru saja memperbaharui aplikasi messenger-nya. Aplikasi perpesanan instan besutan facebook tersebut menawarkan fitur baru, diantaranya ialah intergrasi dengan SMS. Dengan menggunakan messenger untuk android versi terbaru, pengguna bisa memindahkan aplikasi SMS dari aplikasi bawaan android ke Facebook Messenger. Namun sayangnya, facebook “terkesan memaksa” penggunanya untuk menggunakan layanan SMS terintegrasi dengan Messenger.

Baca Juga: Yahoo Messenger Akan Dibunuh Agustus Mendatang

Hal terebut ditandai dengan pop up Facebook Messenger yang hanya menampilkan pesan “OK” saja serta tulisan setting berukuran kecil dibawahnya. Ya, Anda tidak bisa menemukan tombol “Tidak” di dalamnya. Itu merupakan pemaksaan dari Facebook agar penggunanya beralih menggunakan Facebook Messenger daripada aplikasi SMS bawaan. Dengan tidak adanya tombol “No”, sebetulnya bukan berarti kita tidak bisa menolak tawaran Facebook tersebut. Menolak masih bisa, namun sayangnya menu untuk mengembalikan SMS ke aplikasi bawaan berada ditumpulan menu-menu lainnya sehingga dirasa amat menyulitkan.

Baca Juga: Quick Quotes Menjadi Fitur Baru di Whatsapp Messenger

Beberapa orang menganggap bahwa ini bertentangan dengan peraturan yang telah di tetapkan oleh Google. Amir Efrati, seorang mantan jurnal Wall Street Journal mengatakan dalam twit-nya. “Prompt (Pop Up-Red) yang sangat agresif dari facebook untuk memasukan SMS ke messenger, tidak ada tombol “No”, Sebuah pelanggaran terhadap kebijakan Google Play?”.

Berdasarkan informasi yang kami kutip dari Engadget (21/6), aplikasi facebook tersebut semestinya melanggar peraturan Google Play. Bagian yang dilanggar adalah pada ketentuan “Kami Tidak Mengizinkan: Aplikasi yang mengubah setelan atau fitur perangkat dengan persetujuan pengguna tetapi melakukannya dengan cara yang tidak mudah dikembalikan.” Kebijakan tersebut bisa Anda lihat disini.

Bukan Hanya Facebook Messenger

Sebetulnya, bukan kali ini saja facebook melakukan pemaksaan kepada pengguna. Beberapa saat yang lalu, facebook juga kedapatan melakukan pemaksaan kepada pengguna untuk menginstall aplikasi Facebook Moments. Pada kasus tersebut, pengguna diancam akan dihapus foto yang disinkronkan secara otomatis ke server facebook jika dia tidak menginstall aplikasi facebook moment.

Baca : Demi Meningkatkan Jumlah Download Facebook Moments, Facebook Ancam Hapus Foto Penggunanya

Berita Terbaru

Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Aplikasi Chatting Google Allo

Beberapa saat yang lalu, melalui helatan akbar Tahunan, Google memperkenalkan Aplikasi Chatting terbaru buatan mereka bernama Google Allo. Allo sejatinya diciptkan oleh Google untuk mengikis dominasi WhatsApp dalam ranah Aplikasi Messenger.

Baca Juga : Inilah beberapa inovasi yang terungkap di Google I/O 2016

Benarkah Google Allo Tidak Aman?

Belum juga diluncurkan secara masal, Allo mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang memberikan kritik terhadap Google Allo adalah Edward Snowden. Snowden yang merupakan mantan kontraktor NSA (National Scurity Agency) mengungkapkan bahwa Google Allo tidak aman.

Alasan utama yang diungkap oleh Snowden adalah bahwa Allo tidak melakukan enkripsi end-to-end secara default. Fasilitas enkripsi end-to-end hanya muncul ketika pengguna mengaktifkan fitur Incognito. Snowden mengatakan ini sangat berbahaya, seperti yang Prilude kutip dari newseveryday (26/5).

Baca Juga : Google Allo Resmi Dirilis, Google Asisten Fitur Paling Menarik

Snowden sendiri menyayangkan sikap Google yang tidak menyediakan fitur ini sebagai fitur bawaan. Padahal disisi lain, sainganan Google Allo seperti Telegram, WhatsApp sudah menyediakan ini sebagai fitur default.  Hal inilah yang membuat Snowden mengklaim Allo tidak aman dan tidak layak digunakan sebagai aplikasi Chatting sehari-hari. 

Google Allo sendiri merupakan produk percobaan lainnya dari Google. Setelah beberapa saat lalu Google telah menyedikan aplikasi Chatting seperti Google Talk yang kemudian di ganti sama hangout. Menurut sejarahnya, sampai saat ini belum ada satupun aplikasi Chatting buatan Google yang bisa menjadi pemimpin di pasar. Menanggapi hal tersebut, pihak Google kemudian menciptakan Duet maut Allo dan Duo. Kedua produk diperkenalkan pada gelaran Google I/O 2016 kemarin. Dan diharapkan nantinya akan menguasai pasar dan bisa mengalahkan aplikasi chatting sejuta umat saat ini, Yaitu Whatsapp.

Google memiliki sejumlah kelebihan dari kekurangan, kelebihan yang paling menonjol diantaranya adalah fitur Incognito yang memungkina percakapan dilakukan secara rahasia, dan yang menarik Allo akan bisa menghapus riwayat Chatting sesaat setelah chatting berakhir. Selain itu katanya Allo dilengkapi dengan Google asisten yang ditanamkan dalam aplikasinya. Menarik bukan?

Baca Juga : Beberapa Kasus HP Samsung Meledak Kembali Terjadi