Berita Teknologi : Penobatan Pengguna Google Tersopan

Berita Teknologi : Penobatan Pengguna Google Tersopan

Entah ini termasuk berita teknologi atau bukan, hanya saja Prilude merasa harus mengangkat kisah tentang pengguna Google tersopan di dunia. Kisah tentang seorang nenek berusia 86 Tahun bernama May Ashworth, kisah ini sudah mendapatkan banyak perhatian di dunia maya. Bagaimana sih ceritanya sampai Beliau mendapatkan julukan tersebut?

Ceritanya berawal ketika sang Nenek bersama Sang Cucu sedang menikmati sebuah acara televisi di ruang keluarganya yang nyaman. Seperti biasa, di Negara Inggris sana saat sebuah acara televisi berakhir maka akan di tampilkan Tahun pembuatannya. Hanya saja Tahun pembuatannya itu menggunakan Angka romawi.

Nenek May Ashworth yang berusia 86 Tahun tersebut merasa kebingungan melihat begitu banyaknya Angka Romawi di akhir program tersebut. Dan akhirnya beliau memutuskan untuk bertanya kepada seseorang yang serba tahu bernama Google untuk membantunya.

Diam-diam Beliau mengambil Laptop milik cucunya dan membuka Google tersebut. Nenek May Ashworth merangkai sebuah kata agar menyenangkan Sang Google. Beginilah Kata-kata Nenek berusia 86 tahun tersebut :

“Please translate these roman numerals mcmxcviii thank you”

Kalau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi : “Tolong terjemahkan angka Romawi ini mcmxcviii, terima kasih”. Terus kenapa Nenek May ingin berbuat Sopan kepada mesin pencari Google? Karena tak lain dan tak bukan karena Nenek May menganggap Google itu adalah manusia, dan berfikir seperti manusia. Sehingga bila Beliau berfikir jika Beliau lebih sopan, Google akan memberikannya hasil yang lebih cepat dan akurat. Haha.. Ada-ada saja..

Ternyata kelakuan Nenek May tersebut diketahui oleh Sang Cucu yang bernama  Ben John (25 Tahun). Kontan saja, Sang Cucu tertawa terbahak-bahak dan merasa geli sendiri. Tetapi Ben merasa harus membagi kelucuan yang terjadi di rumahnya kepada Teman-temannya. Dia-pun mengupload hasil pencarian tersebut lewat Twitter pribadinya.

Tetapi reaksi teman-temannya mengenai Foto yang diuploadnya ternyata di luar dugaan, teman-temannya dan juga masyarakat banyak yang menyukainya, Tweet Ben tersebut kini telah di retwet sebanyak 9000 kali. Dan hal tersebutlah yang membuat Nenek May kini terkenal sebagai Pengguna Google paling Sopan.

 Baca Juga Berita Teknologi ini:

Google Ingin Hadirkan Internet Cepat Dengan Teknologi Wireless

Google Magenta (flickr), Internet Cepat

Dalam sebuah pertemuan antar pemegang saham Alphabet Inc (Perusahaan Induk Google) yang digelar pada Rabu (8/6) kemarin, Chairman Alphabet Eric Schmidt mengatakan bahwa perusahaanya berencana untuk menghadirkan layanan internet cepat nirkabel ke rumah-rumah. Atas beberapa pertimbangan, pihak Alphabet tidak ingin lagi menggunakan fiber optic untuk teknologi internetnya, melainkan ingin menggunakan teknologi nirkabel.

Internet Cepat Jadi Kebutuhan Dunia Saat Ini

Google menyadari bahwa dunia makin membutuhkan internet yang kencang. Tentu secara tidak langsung maupun secara langsung internet cepat pasti berpengaruh positif pada keuangan Google. Contohnya, ketika internet makin ngebut maka otomatis akan makin banyak orang yang doyan nongkrong di depan Youtube. Hal lain yang ingin diperoleh Google selain pendapatan dari Youtube adalah ingin menggenjot layanan koneksi internetnya melalui fiber.google.com.

Baca Juga : Menkominfo Menolak Tegas Google dan Youtube Diblokir

Perusahaan super raksasa ini bertekad ingin menghadirkan internet super ngebut ke rumah namun bukan menggunakan kabel, melainkan secara wireless. Hal yang saat ini terdengar masih cukup asing dan rasanya tidak mungkin, mengingat saat ini dunia baru memasuki internet 4G saja untuk teknologi wireless. Bagi Google, teknologi 4G dirasa kurang memuaskan, karenanya mereka ingin menciptkan teknologi baru di luar GSM yang memang mumpuni untuk koneksi internet.

Sebelumnya, Google sudah menyediakan layanan internet cepat melalui fiber.google.com. Layanan internet tersebut telah sukses menghantarkan koneksi hingga 1000 MBps (1GBps) ke rumah-rumah di beberapa kota di Amerika. Layanan internet cepat dari google tersebut biasa mereka sebut dengan istilah “Gigabit Performance”. Beberapa saat setelah itu, Google kemudian berpikir bahwa Fiber Optik tidaklah terlalu baik untuk dikembangkan.

Fiber optik dirasa kurang pas untuk kota-kota dengan populasi rendah, ujar Google. Untuk kota padat sekelas New York, Fiber Optik mungkin tidak akan jadi masalah besar. Namun bayangkan dengan kota yang populasinya sedikit, penyediaan perangkat fiber optik tentu akan memakan banyak sekali biaya.

Berdasarkan pada pemikiran tersebut, Alphabet kemudian menciptakan teknologi yang mereka sebut dengan Fixed Wireless Connection. Konsep dari teknologi ini adalah menghubungkan titik satu ke titik lainnya dengan menggunakan sejenis jembatan laser atau memanfaatkan frekuensi radio. Alih-alih menggunakan tembaga atau kabel fiber optik, masing-masing titik dihubungkan secara wireless antara satu antena dengan antena lainnya.

Menurut Eric Schmidt, teknologi wireless ini bisa menghadirkan Gigabit Performance seperti layaknya menggunakan fiber optik. Yang artinya adalah kita bisa mengunduh data sebesar 1GB hanya dalam hitungan satu detik.

Eric Schmidt belum mengatakan kapan layanan tersebut akan benar-benar bisa dinikmati oleh pengguna.

Berita Terbaru

Asik, Sekarang Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid

Acer Chromebook (pexel) Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid

Google sebelumnya telah mengumumkan bahwa 1 juta aplikasi yang ada di Google Play Store akan bisa diunduh di Chromebook. Itu artinya, dalam waktu dekat Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid.

Berdasarkan rilis Google yang Prilude kutip dari CNET (7/6) mengatakan bahwa aplikasi android untuk Chrome book akan mulai tersedia pada pertengahan bulan Juni tahun sekarang.

Baca Juga: Luar Biasa, Dengan Google Magenta Kamu Bisa Ciptakan Lagu Tanpa Perlu Paham Musik

Kemampuan untuk menjalankan aplikasi android, dimulai dari Acer Chromebook 11 dan Acer Chromebook 14. Device yang mulai dijual di Google Store tersebut dikabarkan sudah bisa menjalankan aplikasi android dengan baik.

Ini merupakan sebuah peningkatan yang luar biasa. Mengingat Chromebook merupakan produk Google yang selama ini terkesan dianak tirikan. Chrome OS yang menjadi Sistem Operasi utama dari Chromebook jarang mendapat update maupun inovasi seperti halnya Android.

Namun demikian, sekarang para pemiliki Chromebook sepertinya boleh bersenang hati. Akan sangat asik memang, jika kita bisa memainkan game seperti Clash Royale, maupun Line Get Rich langsung di laptop. Belum lagi seabrek aplikasi keren yang tersedia di Google Play store yang kini bisa dijalankan di Chromebook. Sebut saja misalnya facebook messenger, whatsApp, instagram, dan aplikasi lainnya.

Baca Juga : Inilah 10 Aplikasi dan Game Android Terbaik Mei 2016 Versi Google

Pun sudah diumumkan bahwa Chromebook akan mendukung aplikasi android, namun tidak semua Chromebook bisa menikmatinya. Dikatakan pada laman CNET bahwa google telah menargetkan setidaknya 50% dari laptop Chromebook akan bisa menikmati aplikasi Android.

Berikut ini adalah daftar calon Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid.

Manufacturer Device
Acer Chromebook 11 C740
  Chromebase 24
  Chromebook 11 CB3-111 / C730 / CB3-131
  Chromebook 15 CB5-571 / C910
  Chromebook 15 CB3-531
  Chromebox CXI2
  Chromebook R11 C738T
  Chromebook 14 CB3-431
  Chromebook 14 for Work
Asus Chromebook C200
  Chromebook C201
  Chromebook C202SA
  Chromebook C300SA
  Chromebook C300
  Chromebook Flip C100PA
  Chromebox CN62
  Chromebit CS10
AOpen Chromebox Commercial
  Chromebase Commercial 22″
Bobicus Chromebook 11
CDI eduGear Chromebook M Series
  eduGear Chromebook K Series
CTL Chromebook J2 / J4
  N6 Education Chromebook
  J5 Convertible Chromebook
Dell Chromebook 11 3120
  Chromebook 13 7310
Edxis Chromebook
  Education Chromebook
Google Chromebook Pixel (2015)
Haier Chromebook 11
  Chromebook 11e
  Chromebook 11 G2
Hexa Chromebook Pi
HiSense Chromebook 11
Lava Xolo Chromebook
HP Chromebook 11 G3 / G4 / G4 EE
  Chromebook 14 G4
  Chromebook 13
Lenovo 100S Chromebook
  N20 / N20P Chromebook
  N21 Chromebook
  ThinkCentre Chromebox
  ThinkPad 11e Chromebook
  N22 Chromebook
  Thinkpad 13 Chromebook
  Thinkpad 11e Chromebook Gen 2
Medion Akoya S2013
  Chromebook S2015
M&A Chromebook
NComputing Chromebook CX100
Nexian Chromebook 11.6″
PCMerge Chromebook PCM-116E
Poin2 Chromebook 11
Samsung Chromebook 2 11″ – XE500C12
  Chromebook 3
Sector 5 E1 Rugged Chromebook
Senkatel C1101 Chromebook
Toshiba Chromebook 2
  Chromebook 2 (2015)
True IDC Chromebook 11
Viglen Viglen Chromebook 11

Luar Biasa, Dengan Google Magenta Kamu Bisa Ciptakan Lagu Tanpa Perlu Paham Musik

Google Magenta (flickr), Internet Cepat

Seni, sejatinya lahir dari intuisi dan ungkapan jiwa penciptanya. Sudah bertahun-tahun kita ketahui, jika ingin menciptakan sebuah lagu maka manusia harus berpikir kreatif serta mengerahkan semua naluri seni-nya kemudian dituangkan dalam note-note lagu. Namun apa jadinya, jika suatu saat lagu tidak benar-benar diciptakan oleh seniman, melainkan diciptakan oleh sebuah mesin yang disebut Google Magenta?

Ya, Google dengan projek ambisiusnya yang mereka sebut sebagai Google Magenta berusaha untuk mewujudkan satu buah program yang memungkinkan siapapun untuk mengarang sebuah lagu. Magenta sendiri merupakan singkatan dari  Music and Art Generation with Machine Intelligence. Dari singkatan tersebut dapat kita lihat bahwa Google Magenta sejatinya merupakan hasil dari Machine Learning milik Google. Dia dibangun dari Google TensorFlow System, sebuah machine learning open source buatan Google. TensorFlow merupakan induk dari machine learning-nya, sedangkan magenta merupakan pengembangan dari TensorFlow yang secara spesifik diciptakan untuk membuat karya seni.

Google memang dikenal gemar bereksperimen dengan beragam hal yang berhubungan dengan ilmu komputer. Istilahnya adalah, jika di kampus materi ilmu komputer seperti machine learning ini hanya akan jadi teori saja, tapi di Google machine learning benar-benar akan diterapkan untuk menjadi sebuah produk yang bermanfaat.

Satu karya Google Magenta, telah dipamerkan oleh Google beberapa hari yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 1 Juni lalu. Karya pertama hasil generate otomatis dari machine learingnya google tersebut bisa Anda dengarkan disini. Google menyebut karya pertamanya tersebut dengan sebutan Gogole Magenta Sample Music.

Menurut keterangan di laman GitHub-nya Magenta, tim pengembang mengatakan ada dua tujuan dari dibuatnya magenta. Tujuan pertama adalah untuk memajukan seni dalam bidang musik, video, gambar, serta teks. Sedangkan tujuan keduanya adalah sebagai upaya untuk membangun komunitas antara seniman, programmer, serta peneliti machine learning. 

Google Magenta Bukan Yang Pertama

Google Magenta bukan hal pertama dari eksperimen Google untuk menciptakan seni dari mesin. Perusahan ini sebelumnya  telah menciptakan algoritma DeepDream. DeepDream merupakan pengembangan dari ilmu jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) yang digunakan oleh Google untuk menciptakan karya seni lukis.

Secara sederahana Google DeepDream bekerja dengan cara: manusia memberikan beberapa gambar ke dalam program DeepDream, kemudian AI (Artificial Intelligent) di DeepDream akan mengetahui objek apa yang dikirim apakah itu burung, kucing, gunung, dan lain sebagainya. Banyaknya gambar yang masuk membuat DeepDream jadi bisa mengidentifikas dan mengenali objek yang ada di gambar dan dia mampu mengelompokannya berdasarkan pada kemiripan antar objek. Setelah DeepDream memiliki database dan kecerdasan untuk membedakan objek, kemudian pengguna bisa upload foto ke DeepDreamGenerator yang akan dibuat menjadi karya artefak morphing yang aneh. Foto yang dihasilkan dibuat berdasarkan pada kemiripan yang muncul pada gambar. Misal, jika ada objek mirip kucing maka akan diubah menjadi kucing. DeepDream bisa anda coba melalui web berikut.

Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Aplikasi Chatting Google Allo

Beberapa saat yang lalu, melalui helatan akbar Tahunan, Google memperkenalkan Aplikasi Chatting terbaru buatan mereka bernama Google Allo. Allo sejatinya diciptkan oleh Google untuk mengikis dominasi WhatsApp dalam ranah Aplikasi Messenger.

Baca Juga : Inilah beberapa inovasi yang terungkap di Google I/O 2016

Benarkah Google Allo Tidak Aman?

Belum juga diluncurkan secara masal, Allo mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang memberikan kritik terhadap Google Allo adalah Edward Snowden. Snowden yang merupakan mantan kontraktor NSA (National Scurity Agency) mengungkapkan bahwa Google Allo tidak aman.

Alasan utama yang diungkap oleh Snowden adalah bahwa Allo tidak melakukan enkripsi end-to-end secara default. Fasilitas enkripsi end-to-end hanya muncul ketika pengguna mengaktifkan fitur Incognito. Snowden mengatakan ini sangat berbahaya, seperti yang Prilude kutip dari newseveryday (26/5).

Baca Juga : Google Allo Resmi Dirilis, Google Asisten Fitur Paling Menarik

Snowden sendiri menyayangkan sikap Google yang tidak menyediakan fitur ini sebagai fitur bawaan. Padahal disisi lain, sainganan Google Allo seperti Telegram, WhatsApp sudah menyediakan ini sebagai fitur default.  Hal inilah yang membuat Snowden mengklaim Allo tidak aman dan tidak layak digunakan sebagai aplikasi Chatting sehari-hari. 

Google Allo sendiri merupakan produk percobaan lainnya dari Google. Setelah beberapa saat lalu Google telah menyedikan aplikasi Chatting seperti Google Talk yang kemudian di ganti sama hangout. Menurut sejarahnya, sampai saat ini belum ada satupun aplikasi Chatting buatan Google yang bisa menjadi pemimpin di pasar. Menanggapi hal tersebut, pihak Google kemudian menciptakan Duet maut Allo dan Duo. Kedua produk diperkenalkan pada gelaran Google I/O 2016 kemarin. Dan diharapkan nantinya akan menguasai pasar dan bisa mengalahkan aplikasi chatting sejuta umat saat ini, Yaitu Whatsapp.

Google memiliki sejumlah kelebihan dari kekurangan, kelebihan yang paling menonjol diantaranya adalah fitur Incognito yang memungkina percakapan dilakukan secara rahasia, dan yang menarik Allo akan bisa menghapus riwayat Chatting sesaat setelah chatting berakhir. Selain itu katanya Allo dilengkapi dengan Google asisten yang ditanamkan dalam aplikasinya. Menarik bukan?

Baca Juga : Beberapa Kasus HP Samsung Meledak Kembali Terjadi

Google dan Levi’s Berkolaborasi Membuat Jaket Pintar

Masih belum Move On dari Google I/O, Kali ini Prilude akan membahas tentang Jacquard atau dalam kata lain “Jaket Pintar”, Jacquard ini di kembangkan oleh Google Advanced Technology and Projects (ATAP) dan menggaet perusahaan Fashion terkenal yang sudah tidak diragukan lagi ketenarannya, yaitu Levi’s.

Jacquard atau Jaket pintar ini diperuntukkan untuk pengendara sepedah atau motor. Dengan memakai Jaket ini, para pengendara Roda dua bisa tetap bisa menjawab Telepon yang masuk, mengontrol musik yang di putar, mengakses Navigasi, dan lain-lain. Semua cukup menekan atau menggesek lengan Jaket.

38.3

Ide awal dari pengembangan Jaket pintar ini adalah untuk menggabungkan Teknologi dan Fashion, jadi pengguna akan tetap terlihat Modis saat mengenakannya. Selain hal tersebut, Google juga menginginkan kemudahan dalam setiap kegiatan, termasuk saat mengendarai Motor atau sepedah. Karena Rata-rata orang yang mengendarai Motor merasa kesulitan saat ada panggilan Masuk atau memindahkan musik saat mengendarai motor. Nilai tambah dari Jacquard ini adalah bisa dicuci seperti Jaket pada umumnya.

Sebenarnya Proyek Jacquard ini telah di mulai Tahun lalu, tetapi saat itu Pihak Google ATAP dan Levi’s belum mengumumkan dalam proyek apakah mereka akan berkolaborasi. Baru pada event Google I/O 2016 kemarin, Google mengumumkan tentang Jaket Pintar ini.

38.4

Di dalam Jacquard ini di tanam sensor Multi Touch, yang di simpan di bagian Manset. Sehingga pengguna bisa dengan mudah mengesekan Manset tersebut untuk mengatur berbagai fungsi telepon. Selain mengontrol fungsi telepon asli seperti panggilan, Google Maps atau Google Play Music, Google mengatakan jaket pintar ini juga bisa mengoperasikan Aplikasi lain. Itu berarti Kamu dapat menggunakan sentuhan untuk mengontrol musik di Spotify, aplikasi kebugaran seperti Strava atau bahkan Aplikasi API.

Lalu bagaimanakah cara kerja jaket pintar ini? Salah satu contohnya adalah saat Kamu akan menambah atau mengurangi Volume, Kamu cukup menggesekan Manset Jaket pintar ini ke atas atau ke bawah. Sedangkan fitur Map dapat di buka dengan menggesekan Manset Jaket, dan nantinya Voice Assisten akan memandu Kamu dan memberikan perkiraan waktu tiba di tujuan.

Ternyata untuk bisa menggunakan Jaket ini, Kamu tidak perlu menunggu terlalu lama. Karena Google merencanakan peluncuran Jaket ini pada Musim semi 2017. Dan saat ini masih dalam tahap pengujian sampai musim gugur.


Sumber Gambar : Techcrunch

Inilah Beberapa Inovasi Google yang terungkap di Google I/O 2016

Event Google I/O ini di rencanakan akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 20 Mei. Bagi penggila Teknologi seperti Kita, Pasti Google I/O kali ini sudah di nanti-nantikan sekian lama, Kita penasaran Inovasi apa lagi yang akan di pamerkan Google di Google I/O Tahun ini?  Oke dari pada penasaran marilah kita memantau Live Report dari Techcrunch di Google I/O 2016.

Beginilah keadaan di Google I/O Tahun ini, masih berjubel seperti biasanya.

35.1

 

Dan, inilah hasil inovasi baru dari Google, mari kita intip:

  • Yang paling menghebohkan dalam Google I/O ini adalah bahwa Google mengumumkan Android N sudah memasuki versi Beta atau dalam tahap pengujian. Selanjutnya apabila sudah fix, tinggal di luncurkan dan siap di pakai oleh para penggunanya.35.6

  • Aplikasi Untuk mendiagnosis Penyakit Diabetes melaui retina Mata. Karena orang yang menderita diabetes umumnya mengalami gangguan pembuluh darah di retinanya. Jadi Google mengembangkan Aplikasi ini pada visi Komputer dan menggunakan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) untuk mendeteksi dini gejala Diabetes tersebut.35.2

  • Android Instant App. Fitur baru ini di rancang oleh Google untuk lebih memudahkan pengguna Android. Karena bila nantinya fitur ini sudah berjalan, maka pengguna tidak harus lagi menginstal Aplikasi yang di butuhkannya, seperti apabila kita akan membuka Facebook atau Twitter di Web, hanya kali ini berlaku di sistem Android.35.3

  • Android Wear 2.0 Jam Tangan Canggih sebagai Asisten. Jam tangan canggih akan menjadi asisten kita sehari-hari, contohnya saja apabila kita mulai Olah raga Jogging, Jam tangan ini akan otomatis mentracking. Dan bila kita mendengarkan Sportify saat jogging, maka Jam ini akan mempop-up ikon spotify secara otomatis di layarnya. Selain itu jam tangan ini, support tulisan tangan dan memiliki Keyboard full untuk menulis pesan.35.7

  • Daydream adalah teknologi Virtual Reality dari Gooogle yang disatukan dalam sebuah Platform. Platform ini akan berfungsi layaknya Android Wear di smartwatch. Daydream ini akan suport di Android N nantinya.35.4

  • Aplikasi Chatting Allo dan Duo. Dua Aplikasi ini sebernarnya di buat Google untuk menyaingi Whats App dan iDevice yang sudah memiliki banyak sekali pengguna. Berhasilkah? Kita lihat saja perkembangannya nanti.35.5

  • Google Home, Sistem untuk rumah Masa depan. Ya, Google Home merupakan inovasi google yang terbilang canggih, karena Google Home bisa menerima perintah dari penghuni rumah, misalnya untuk mengirim sms, bertanya kepada Google,  mengatur Task dan lain-lain tanpa membuka Handphone, cukup berbicara saja seperti biasa dari seluruh penjuru rumah. Rahasianya adalah dari microphone canggih yang nantinya akan di pasang di penjuru rumah35.8

Cara Voting Just Duet Indonesia

Ajang pencarian bakat yang satu ini memang lagi ngetren di kalangan anak muda ataupun kalangan lainnya yang menyukai musik dan kompetisi. NET menawarkan konsep kompetisi musik yang lain dari pada yang lain, yaitu di mana 12  finalis yang terpilih akan bisa berduet langsung dengan juri dan juga mentor mereka.

Setiap juri yaitu Mike Mohede, Once Mekel, Meichan, juga juri asal Malaysia Elizabeth Tan, akan memilih 3 orang untuk di jadikan tim dari mereka dan akan di ajak duet. Yang paling menarik dari Program ini, nantinya pemenang akan di ajak rekaman Album Internasional bersama juri tersebut yang di produseri oleh Steve Lillywhite, produser pemenang beberapa grammy award yang sukses memproduseri musisi-musisi mancanegara seperti U2, The Rolling Stones, Dave Matthews Band, dan lain-lain.

Salah satu kemudahan untuk mem-voting para finalis ini adalah karena pihak NET telah bekerjasama dengan Google langsung agar bisa menyediakan fitur khusus untuk acara ini. Jadi beginilah langkah agar Kalian bisa mem-voting peserta favorite:

  1. Pastikan Kalian sudah mempunyai akun Google. Sebagian besar Masyarakat pengguna Android pasti sudah memilikinya, kalau belum silahkan daftar dahulu di www.gmail.com.
  2. Buka google.com kemudian login email Kita, untuk yang menggunakan Smartphone Android, akan otomatis login.
  3. Ketik “just duet vote” bukan hanya “just duet” seperti yang di  katakan oleh Host Vampire-nya. Karena kalau cuma mengetik “just duet” tidak akan muncul foto-foto finalis hanya foto-foto kartun beraneka warna.
  4. Bila sudah mengetik “Just Duet Vote”, secara otomatis Google akan menampilkan foto-foto para kontestan.
  5. Tinggal pilih saja salah satu foto, dan Klik tombol “Submit Heart” di bagian atas.
  6. Setiap orang hanya bisa satu kali mem-vote jadi pastikan Kalian tidak salah pilih.