Beginilah Cara Mengaktifkan Penghemat Baterai Opera

Fitur Penghemat Baterai Pada Browser Opera (Opera Blog)

Opera Software baru saja merilis versi terbaru dari browser untuk laptopnya yaitu Opera 38. Opera 38 dilengkapi oleh fitur penghemat baterai yang memungkinkan kita untuk bisa menghemat hingga 50% penggunaan baterai laptop yang datang dari Browser. Lantas, Bagaimana Cara mengaktifkan penghemat baterai opera?

Baca Juga : Browser Opera Kini Memiliki Fitur Penghemat Baterai

Cara Mengaktifkan Penghemat Baterai Opera

Untuk mengaktifkan penghemat baterai opera, Anda terlebih dahulu harus mengupdate software opera kamu ke versi terbaru yaitu versi 38. Untuk mengunduhnya Anda bisa mengunjungi laman resmi opera yaitu di www.opera.com.

Setelah mengunduh dan menginstall browser baru tersebut, langkah yang harus anda lakukan untuk menghemat penggunaan daya amatlah mudah. Pada bagian pojok kanan atas aplikasi ada logo baterai. Silakan anda klik logo baterai tersebut hingga muncul dropdown power saving. Stelah itu, silakan klik “turn on to save battery power”. Dengan mengaktifkan fitur tersebut seketika Anda bisa lebih menghemat penggunaan baterai.

Mengaktifkan Penghemat Baterai Opera (Opera Blog)
Mengaktifkan Penghemat Baterai Opera (Opera Blog)

Cara Kerja Penghemat Baterai Opera

Setelah anda mengaktifkan fitur penghemat baterai opera, mungkin ada pertanyaan, bagaiamana sih cara kerjanya? atau bagaimana sih caranya opera bisa menghemat daya?

Dijelaskan melalui blog resminya, Opera 38 bisa melakukan penghematan daya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mengurangi Aktifitas dibelakang layar untuk setiap tab
  2. Membangunkan CPU lebih jarang dengan pengoptimalan Javascript Timer
  3. Secara Otomatis melalukan pause terhadap plugin yang tidak digunakan
  4. Mengurangi frame rate ke 30 Frames per detik
  5. Menyetel parameter Video Playback dan memaksanya agar menggunakan Codec hardware accelerated video.
  6. Melakukan pause terhadap animasi pada tema browser
  7. Disediakannya fitur ad blocker bawaan browser (bukan dari pengembang pihak ketiga). Jika diaktifkan, fitur ini bisa menghemat baterai lebih baik lagi.

Selain bisa menghemat baterai, fitur baru ini juga secara tidak langsung berguna untuk mencegah overheated. Sadar atau tidak sadar, ketika kita banyak beraktifitas menggunakan browser, konsumsi penggunaan daya di CPU akan meningkat. Hal tersebut berakibat pada semakin panasnya laptop yang kita gunakan. Opera melalui serangkain uji coba yang dilakukannya mengklaim bahwa browser yang mereka miliki bisa mendinginkan CPU hingga 3 derajat celcius.

Berita Terbaru

Browser Opera Kini Memiliki Fitur Penghemat Baterai

Fitur Penghemat Baterai Pada Browser Opera (Opera Blog)

Efisiensi penggunaan bateri merupakan salah nilai jual utama bagi sebuah smartphone, laptop, maupun tablet. Dengan demikian, jika kita bisa menelurkan aplikasi yang hemat batre tentu menjadi keuntungan sendiri bagi perusahaan. Hal tersebut lah yang diharapkan dari opera dengan update terbarunya. Dengan klain bisa menghemat hingga 50% penggunaan baterai, Opera berharap bisa meningkatkan jumlah pengguna Browser Opera untuk laptop.

Opera tercatat memang sering melakukan inovasi yang radikal. Beberapa tahun lalu, perusahaan pembuat Browser ini memperkenalkan Browser Opera Mini dan Opera Turbo yang berguna untuk menghemat penggunaan kuota internet. Namun sepertinya Opera tidak ingin hanya berdiam diri pada pengurangan jumlah penggunaan Kuota Internet, dan sekarang mereka sedang mengembangkan Browser yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga : Asik, Sekarang Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid

Fitur penghemat baterai ini sejatinya bukan hanya kali ini diperkenalkan oleh Opera. Opera sudah memperkenalkan fitur penghembat baterai beberapa saat yang lalu. Cuman pada saat itu fitur browser tersebut masih dalam tahap beta. Yang artinya, Opera menganggap masih banyak bug yang ada didalamnya dan perlu beberapa peningkatan untuk Browser Opera-nya. Namun pada tanggal 8 Juni kemarin Opera dalam blognya mengatakan bahwa fitur penghembat baterai telah memasuki tahap final.

Hasil Perbandingan Browser Opera dengan Google Chrome

Pada Blog-nya, Opera sesumbah bahwa browser mereka jauh lebih hemat baterai daripada Google Chrome. Penghematan yang dapat Opera lakukan bisa mencapai 50 %. Opera menganggap, tanpa fitur penghemat daya pun Opera sedikit lebih hemat daripada chrome. Sedangkan jika fitur penghemat daya ditambah fitur ads blokir dijalankan, maka penghematan bisa dilakukan lebih optimal.

Perbandingan Browser Opera dan Google Chrome dalam Menghemat Baterai (Opera Blog)
Perbandingan Browser Opera dan Google Chrome dalam Menghemat Baterai (Opera Blog)

Namun sayangnya, fitur penghemat baterai ini hanya tersedia pada Browser di laptop dengan Sistem Operasi Windows dan Mac saja. Itu artinya kita bisa melakukan penghematan baterai hanya untuk laptop. Opera belum memastikan kapan fitur ini akan tersedia juga untuk perangkat smartphone maupun tablet.

Opera menyadari bahwa pengguna saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di hadapan komputer dengan membuka browser. Sehingga jika bisa melakukan penghematan daya melalui aplikasi browser, maka kita bisa melakukan penghematan pada seluruh penggunaan laptop.

Tertarik untuk mencoba fitur baru tersebut? Silakan unduh software-nya disini.

Berita Terbaru

Google Blokir Plugin Pengidentifikasi Bangsa Yahudi Pada Browser Chrome

Gambar Ilustrasi Google Blokir Plugin Pengidentifikasi Bangsa Yahudi di Chrome

Google dikabarkan memblokir sebuah plugin di browser Chrome yang berguna untuk mengidentifikasi nama yang terkait dengan Bangsa Yahudi.

Plugin yang sebelumnya dapat diinstall di Google Chrome tersebut akan memberikan tanda berupa tiga buah tanda kurung “((( )))” jika ditemukan nama orang yang diketahui sebagai bangsa yahudi. Silakan lihat gambar berikut.

Dari gambar terlihat bahwa plug in ini bisa menambahkan karakter “(((” di awal dan diakhir nama Jon Weismen, seperti yang prilude kutip dari bbc (7/6). Dengan demikian, jika ada nama akun yang berhubungan dengan Bangsa Yahudi maka dia akan menambahkan karakter yang mirip simbol sinyal tersebut.

Pihak Google mengatakan, dia memblokir plugin tersebut karena teridentifikasi bersinggungan dengan aturan hate speech. Raksasa teknologi tersebut juga mengatakan bahwa kemungkinan plugin ini terkait dengan mereka yang percaya teori konspirasi yang mengatakan bahwa Yahudi selalu berusaha untuk menguasai dunia.

Google memang dikenal cukup tegas terhadap pelanggaran yang berbau SARA. Jangankan untuk SARA, perusahaan ini juga terkenal tegas bagi mereka yang menyerang kaum LGBT.

Baca Juga : Luar Biasa, Dengan Google Magenta Kamu Bisa Ciptakan Lagu Tanpa Perlu Paham Musik

Plugin ini dikembangakn oleh group yang diberi nama alt-right. Diduga mereka membuat plugin ini sebagai protes terhadap kedigjayaan bangsa yahudi.

Ada sekitar 8.800 database nama yang berhubungan dengan bangsa yahudi pada plug in ini. Plugin ini sendiri bekerja berdasarkan pada data nama tersebut. Cara kerjanya adalah, ketika ada akun atau nama yang sama dengan informasi yang tersimpan di database maka dia akan menambahkan memberikan highlight dengan tiga buah tanda kurung buka dan kurung tutup pada awal dan akhir nama.

Sebelum dihapus, plugin ini sudah diunduh oleh 2500 pengguna Google Chrome. Pengguna juga disediakan fitur untuk mengunggah nama Yahudi jika nama tersebut belum terdaftar di database.

Isu Anti Bangsa Yahudi

Beberapa saat yang lalu google dikritik karena diduga terkait dengan kegiatan anti-semitic (anti semitic merupakan suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap Yahudi). Raja mesin pencari terebut menampilkan informasi dari Wikipedia tentang Bangsa Yahudi ketika ada pengguna yang mencari “Who controls Hollywood”. Pada saat itu Google berdalih bahwa hasil pencarian itu dihasilakan secara otomatis oleh algoritma, dan mereka berjanji akan memperbaiki algoritmanya. Tidak ingin diduga untuk kedua kalinya, kali ini Google bertindak cepat atas kasus Plugin Anti-Semitic tersebut.

Berita Terbaru

Asik, Sekarang Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid

Acer Chromebook (pexel) Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid

Google sebelumnya telah mengumumkan bahwa 1 juta aplikasi yang ada di Google Play Store akan bisa diunduh di Chromebook. Itu artinya, dalam waktu dekat Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid.

Berdasarkan rilis Google yang Prilude kutip dari CNET (7/6) mengatakan bahwa aplikasi android untuk Chrome book akan mulai tersedia pada pertengahan bulan Juni tahun sekarang.

Baca Juga: Luar Biasa, Dengan Google Magenta Kamu Bisa Ciptakan Lagu Tanpa Perlu Paham Musik

Kemampuan untuk menjalankan aplikasi android, dimulai dari Acer Chromebook 11 dan Acer Chromebook 14. Device yang mulai dijual di Google Store tersebut dikabarkan sudah bisa menjalankan aplikasi android dengan baik.

Ini merupakan sebuah peningkatan yang luar biasa. Mengingat Chromebook merupakan produk Google yang selama ini terkesan dianak tirikan. Chrome OS yang menjadi Sistem Operasi utama dari Chromebook jarang mendapat update maupun inovasi seperti halnya Android.

Namun demikian, sekarang para pemiliki Chromebook sepertinya boleh bersenang hati. Akan sangat asik memang, jika kita bisa memainkan game seperti Clash Royale, maupun Line Get Rich langsung di laptop. Belum lagi seabrek aplikasi keren yang tersedia di Google Play store yang kini bisa dijalankan di Chromebook. Sebut saja misalnya facebook messenger, whatsApp, instagram, dan aplikasi lainnya.

Baca Juga : Inilah 10 Aplikasi dan Game Android Terbaik Mei 2016 Versi Google

Pun sudah diumumkan bahwa Chromebook akan mendukung aplikasi android, namun tidak semua Chromebook bisa menikmatinya. Dikatakan pada laman CNET bahwa google telah menargetkan setidaknya 50% dari laptop Chromebook akan bisa menikmati aplikasi Android.

Berikut ini adalah daftar calon Laptop Chromebook Bisa Install Aplikasi Andorid.

Manufacturer Device
Acer Chromebook 11 C740
  Chromebase 24
  Chromebook 11 CB3-111 / C730 / CB3-131
  Chromebook 15 CB5-571 / C910
  Chromebook 15 CB3-531
  Chromebox CXI2
  Chromebook R11 C738T
  Chromebook 14 CB3-431
  Chromebook 14 for Work
Asus Chromebook C200
  Chromebook C201
  Chromebook C202SA
  Chromebook C300SA
  Chromebook C300
  Chromebook Flip C100PA
  Chromebox CN62
  Chromebit CS10
AOpen Chromebox Commercial
  Chromebase Commercial 22″
Bobicus Chromebook 11
CDI eduGear Chromebook M Series
  eduGear Chromebook K Series
CTL Chromebook J2 / J4
  N6 Education Chromebook
  J5 Convertible Chromebook
Dell Chromebook 11 3120
  Chromebook 13 7310
Edxis Chromebook
  Education Chromebook
Google Chromebook Pixel (2015)
Haier Chromebook 11
  Chromebook 11e
  Chromebook 11 G2
Hexa Chromebook Pi
HiSense Chromebook 11
Lava Xolo Chromebook
HP Chromebook 11 G3 / G4 / G4 EE
  Chromebook 14 G4
  Chromebook 13
Lenovo 100S Chromebook
  N20 / N20P Chromebook
  N21 Chromebook
  ThinkCentre Chromebox
  ThinkPad 11e Chromebook
  N22 Chromebook
  Thinkpad 13 Chromebook
  Thinkpad 11e Chromebook Gen 2
Medion Akoya S2013
  Chromebook S2015
M&A Chromebook
NComputing Chromebook CX100
Nexian Chromebook 11.6″
PCMerge Chromebook PCM-116E
Poin2 Chromebook 11
Samsung Chromebook 2 11″ – XE500C12
  Chromebook 3
Sector 5 E1 Rugged Chromebook
Senkatel C1101 Chromebook
Toshiba Chromebook 2
  Chromebook 2 (2015)
True IDC Chromebook 11
Viglen Viglen Chromebook 11