BBM Di Beli Perusahaan Indonesia Seharga 29 Triliun

BBM (Blackberry Messenger)

Blackberry Messenger atau yang lebih Kita kenal dengan BBM, kemarin resmi di beli oleh sebuah Perusahaan Teknologi asal Indonesia yang bernama  PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Blackberry Messenger di beli oleh Emtek seharga 29 Triliun Rupiah.

Baca Juga : Fitur Video Call di BBM, Sudah bisa Kita Nikmati

Perusahaan Emtek merupakan perusahaan Induk yang menaungi beberapa perusahaan lainnya. Beberapa dari anak perusahaan Emtek yang paling terkenal yaitu SCTV, Indosiar, dan O Channel. O Channel juga meng-akuisisi layanan tontontan digital online iflix, belum lama ini.

Perkembangan BBM bila bersama Emtek

Tujuan Utama Emtek membeli Messenger ini adalah untuk memajukan kedua belah pihak. Karena Tujan kemitraan ini adalah agar kedua belah pihak bisa maju bersama.

Baca Juga : Line Masuk Dunia Kerja Dengan 3 Fitur Terbaru

Keuntungan Blackberry Messenger ini bila bergabung dengan Emtek, salah satunya adalah bisa memperluas jaringan, karena Emtek menaungi lebih dari 20 anak perusahaan.  Dan KMK Online (divisi konten digital Emtek) bisa mengintergasikan BBM dengan layanan Emtek yang lain.

Dengan mengintergasikan fitur-fitur dari Blackberry Messenger ( seperti fitur sosial, chatting, perdagangan dengan portofolio aset) dengan anak-anak perusahaan Emtek yang sangat banyak di segala bidang, Mereka akan membuat Para pengguna untuk lebih dimudahkan di segala bidang seperti :

  • Bidang keuangan, Pengguna akan lebih mudah untuk mentransfer uang, mengisi pulsa bahkan membayar tagihan.
  • Di bidang perdagangan, Pengguna akan bisa mendapat hadiah atau voucher gratis dari produk-produk Emtek. Termasuk bisa memesan tiket bioskop bahkan bisa booking hotel, pelayanan kesehatan dll.
  • Konten -meliputi musik dan video streaming, game, jaringan olahraga dan berita, selebriti blog dan lebih banyak lagi pekerjaan.

Baca Juga : Facebook Messenger ‘Paksa’ Pengguna Aplikasi SMS Untuk Pindah

Pihak Blackberry berharap dengan adanya kerjasama dengan Emtek tersebut, bisa mengembalikan kejayaan Aplikasi Chatting ini di Indonesia. Apalagi pengguna BBM di Indonesia masih tergolong besar, yaitu mencapai 60 Juta  user. Dan Prilude lihat, Kerjasama BBM dengan Emtek yang notabene sebagai perusahaan media dan konten terkemuka Indonesia, akan lebih memajukan Blackberry Messenger itu sendiri.

Fitur Video Call di BBM, Sudah bisa Kita Nikmati

Video Call BBM di Google Play

Kabar Gembira untuk Kita semua, Kini Fitur Video Call di Blackberry Messenger atau yang lebih Kita kenal dengan BBM sudah bisa dinikmati oleh pengguna di Indonesia.

Fitur Video Call ini sebenarnya sudah diluncurkan pada Bulan April 2016 ini. Tetapi  pada saat itu, Fitur ini hanya bisa dinikmati oleh Pengguna iOS maupun Android di Negara Amerika dan Kanada saja.

Baca Juga : Line Masuk Dunia Kerja Dengan 3 Fitur Terbaru

Selanjutnya Negara yang bisa menikmati Fitur ini adalah Negara-negara di Kawasan Asia Pasifik, jadi Indonesia juga masuk kedalamnya. Namun Pihak Blackberry ternyata tidak mau setengah-setengah lagi untuk meluncurkan produknya. Jadi baru-baru ini senior vice president BlackBerry Matthew Talbot, membuat pengumuman melalui akun Twitter resminya, @talbot_mcj seperti berikut ini:

“#BBM Video Call kini tersedia di Android dan iOS secara global,”

Fitur Video Call di BBM Masih dalam Tahap Pengujian Beta.

Fitur Video Call ini, bisa dinikmati oleh Kamu yang mempunyai Handphone Android versi 4.4 Kitkat keatas atau Para pengguna iOS 8 keatas. Ada juga syarat lain bila Kamu ingin menggunakan Fitur ini, yaitu jumlah Kontak yang Kamu miliki harus banyak. Nsmun belum dikonfirmasi berapakah jumah kontak minimum Pengguna agar bisa menikmati Fitur Video Call BBM ini.

Baca Juga : Facebook Messenger ‘Paksa’ Pengguna Aplikasi SMS Untuk Pindah

Selain dari Fitur Video Call, ternyata BBM versi terbaru juga mempunyai fitur lain yang menarik yaitu penambahan fitur untuk menyimpan nomer telepon seperti halnya Whatsapp, Fitur Chatting yang diperluas dan yang terakhir adanya penambahan dan perbaikan fitur untuk Chat Group.

Fitur Video Calling ini memang sudah di tunggu-tunggu oleh para pengguna BBM, karena Blackberry memang ketinggalan dalam meluncurkan Fitur ini di banding para pesaingnya seperti LINE dan weChat. Tetapi walapun sudah diluncurkan ke seluruh dunia dan mendapat banyak sekali perhatian publik, ternyata Fitur Video Calling ini masih dalam versi beta. Versi yang sudah Fix rencananya akan diluncurkan Bulan Depan.

Baca Juga : Pria Berusia 28 Tahun Di Tembak Mati Saat Bermain Facebook Live

Iran Ingin Aplikasi WhatsApp buka server di Negaranya

Aplikasi WhatsApp Messenger (pixabay), fitur baru Whatsapp

Iran, negara yang dikenal cukup sensitif soal keamanan negara, ingin agar semua aplikasi chatting termasuk Aplikasi WhatsApp, Aplikasi Telegram,BBM dan sebagainya untuk buka server di Negaranya. Hal tersebut berkaitan dengan keinginan pemerintah Iran untuk bisa memantau semua percakapan dengan alasan demi keamanan Negara.

Pemerintah Iran ingin bisa melacak percakapan pribadi dari Aplikasi Messenger, seperti yang dikutip Prilude dari TechCrunch (31/5). Sebelumnya, telah banyak media sosial yang diblokir oleh Iran, dan nampaknya pemerintah Iran ingin kontrol yang lebih mendalam.

Baca Juga: Whats App di Blokir Lagi di Brazil

Aplikasi WhatsApp dan Telegram Makin Populer

Disisi lain, Aplikasi WhatsApp dan Telegram memiliki jumlah pengguna yang terus bertambah di Iran, dan pemerintah tidak memiliki kontrol terhadap apa yang dibicarakan pada aplikasi tersebut. Pengguna di Iran bisa membuat group telegram dengan ratusan anggota. Hal tersebutlah yang membuat Iran khawatir jika group di Telegram maupun WhatsApp digunakan untuk memperbincangkan aksi pemakjulan terhadap pemerintah.

Namun sayangnya, pemindahakn server ke Iran bukanlah solusi yang baik. Pasalnya, Aplikasi WhatsApp melakukan enkripsi end-to-end pada percakapannya. Oleh karena itu, meskipun datanya ada di negara Iran, namun pemerintah Iran tetap tidak bisa membaca isi dari percakapan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh iMessage buatan Apple. Aplikasi Chatting ala Apple tersebut melakukan enkripsi end-to-end, sehingga yang bisa membaca percakapan hanyalah pihak pengirim dan juga penerima pesan. Begitu juga dengan Telegram, sejak awal aplikasi ini sudah konsisten untuk menerapkan enkripsi end-to-end. Bahkan telegram merupakan salah satu pelopor dalam menjaga privasi pengguna.

Namun demikian, ada beberapa aplikasi messenger, yang tidak melakukan enkripsi end-to-end, diantaranya yaitu Google Allo.

Baca Juga : Snowden : Google Allo Tidak Aman!

Blokir Internet Tidak Efektif

Seperti halnya negara lain yang melakukan pembatasan terhadap koneksi internet, selalu saja ada jalan untuk membuka dan mengupdate status di akun facebook maupun twitter. Masyarakat Iran bisa menginstall aplikasi VPN yang memungkinkan mereka untuk mengakses situs-situs yang diblokir tanpa ketahuan oleh ISP. Namun tampaknya, kali ini pemerintah Iran tidak ingin memblokir, melainkan ingin memiliki kontrol yang lebih terhadap data percakapan.

Berita Terbaru