Awas Hati-Hati Inilah E-commerce yang Dianggap Bahaya Versi Opera

Logo Opera

Website e-commerce memang tengah digandrungi saat ini. Karena selain memudahkan untuk berbelanja, dengan adanya aplikasi ini Kita bisa menjual apapun dengan cepat. Namun ternyata menurut studi terbaru yang dilakukan oleh salah satu Browser terkenal di dunia yaitu Opera, menguak sebuah fakta yang mengejutkan. Yaitu Ternyata ada 60 e-commerce terkenal yang suka menyedot data penggunanya, dan mereka memperjual belikan data tersebut. Ke 60 Aplikasi e-commerce yang berbasis Android tersebut kedapatan mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak. Wow apakah ada Aplikasi e-commerce yang berasal dari Indonesia? Kalau ada apa saja ya?

Baca Juga : 7 Teknologi yang Dihilangkan Apple, Agar MacBook Pro Lebih Tipis dan Ringan

Opera Merilis daftar Aplikasi E-commerce yang berbahaya.

Pihak Opera melontarkan pernyataan tersebut karena telah melakukan riset berdasarkan Aplikasi penilaian risiko privasi di Opera Max yang merupakan aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Dalam Aplikasi penilaian resiko privasi tersebut, terlihat bahwa ada 60 aplikasi e-commerse yang menggunakan modus privasi untuk menyedot data pengguna (seperti nama pengguna, alamat email, lokasi, istilah pencarian dan nomor telepon) dan dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak.

Lima besar Aplikasi belanja yang paling berbahaya yaitu Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg. Mereka mengirimkan pelacak dalam jumlah yang relatif tinggi. Aplikasi yang sudah akrab dengan keseharian Masyarakat indonesia seperti Blibli, Bukalapak, Elevania, Kaskus Jual Beli, Lazada, MatahariMall, OLX Indonesia, Tokopedia, dan Zalora pun termasuk ke dalam 60 Aplikasi yang bocor tersebut. Wah bagaimana ini..

Baca Juga : Google Trips Aplikasi Untuk Merencanakan Perjalanan Wisata Kamu

Inilah apa yang dikatakan oleh Pihak Opera mengenai fakta mengejutkan yang mereka rilis ke Permukaan.

“Ini merupakan hasil dari uji coba yang telah kami lakukan pada 60 aplikasi belanja paling populer di sepuluh negara, termasuk Brasil, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris dan Vietnam. Kami menguji aplikasi-aplikasi ini pada jaringan Wi-Fi dan membuat setidaknya 100 permintaan dalam setiap aplikasi dengan browsing berbagai jenis produk. Kemudian kami mencatat hasilnya berdasarkan apa yang ditampilkan pada lini waktu dari mode privasi Opera Max. Itulah sebabnya kami telah menerapkan mode privasi di Opera Max. Kami ingin mengedukasi pengguna kami dengan menunjukkan aplikasi mana saja yang membagikan data Anda melalui pelacak tanpa seizin Anda”

Baca Juga : Snapchat Keluarkan Kaca Mata Yang Bisa Merekam Moment

Sumber Gambar: Opera. Daftar App e-commerce dengan tingkat kebocoran paling tinggi.
Sumber Gambar: Opera. Daftar App e-commerce dengan tingkat kebocoran paling tinggi.

Peryataan dari Opera tersebut, sejalan dengan fakta di lapangan. Presiden Joko Widodo sendiri pada akhir September 2016, mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 dan 2015, kejahatan dunia maya di Indonesia meningkat secara dramatis menjadi 389%. Dan sebagian besar serangan ini berada di sektor bisnis e-commerce. Jadi buat kamu para pengguna e-commerce hati-hati ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *