Selama Ini Ternyata Yahoo Menjual Data ke FBI dan NASA

Yahoo Diakuisisi Verizon
Yahoo Diakuisisi Verizon

Setelah kemarin menyatakan di Hack, Kali ini juga muncul kabar tidak mengenakan dari perusahaan Teknologi yang dahulu pernah berjaya ini. Kali ini muncul kabar bahwa Yahoo telah menjual sejumlah data dari penggunanya kepada Badan Intelijen Amerika Serikat, yaitu FBI dan Nasa. Wow benarkah?

Baca Juga : Yahoo dihacker : 500 Juta Info Akun Pribadi Dibobol

Yahoo sampai membuat Software untuk mempermudah Badan Intelijen AS mengambil data.

Kabar tentang penjualan data tersebut datang dari seorang informan yang tidak mau disebutkan namanya. Menurut informan tersebut, Perusahaan Teknologi asal Amerika tersebut memang telah memberikan informasi kepada Badan Intelijen AS.

Yahoo telah memindai jutaan akun email penggunanya, berdasarkan permintaan Badan Intelejen AS. Karena Badan Intelijen sedang mencari sebuah informasi yang ada di attachment salah satu akun pengguna. Tak tanggung-tanggung Yahoo sampai membuat sebuah Software untuk memudahkan pemindaiannya.

Baca Juga : Rekam e-KTP Batas Waktunya Diperpanjang, Ayo Jika Tidak Mau Merugi.

Menurut seorang ahli pengawasan, Apa yang dilakukan Yahoo ini tidak benar. Karena biasanya sebuah perusahaan Teknologi tidak akan pernah menyerahkan seluruh informasi dari tiap akun. Spertiyang dilakukan oleh Perusahaan teknologi lain yang menyediakan layanan email, seperti Google dan Microsoft.

Kedua perusahaan teknologi itu (Google dan Microsoft) sudah menjamin tidak akan pernah membocorkan data penggunanya kepada siapapun. Walaupun memang diminta oleh Sebuah Badan Intelijen sekalipun. Karena tak menutup kemungkinan Badan Intelijen AS tersebut meminta data dari beberapa Perusahaan penyedia email, tetapi yang memberikan data hanya Yahoo.

Baca Juga : Beberapa Kasus HP Samsung Meledak Kembali Terjadi

Kabar tentang menjualan informasi dari email tersebut, sangat menyita perhatian masyarakat Amerika sana. Termasuk perusahaan internet dan telepon. Mereka tak habis fikir, kenapa Yahoo menyanggupi permintaan dari badan Intelijen AS tersebut. Sampai mau repot-repot membuatkan software untuk memudahkan pencarian informasi yang dimaksud.

Mengenai kasus ini, Pihak Yahoo sendiri tidak mau memberikan komentar mengenai kasus ini. Hanya saja memang mereka mengakui ada perintah rahasia yang datang dari Badan Intelijen AS kepada Tim Hukum Mereka. Yang isinya meminta sejumlah data yang dibutuhkan.

Baca Juga : Inilah Bocoran Spesifikasi dari HP Google Pixel dan Pixel XL.