Jejaring Sosial Twitter, Tak Laku Di Jual dan Nilai Sahamnya Merosot

Ilustrasi Jejaring Sosial Raksasa Twitter

Siapa sih yang tidak tahu Twitter. Sebuah jejaring sosial terkenal dan banyak pemakainya pada zamannya. Namun Kini, Twitter seolah mulai ditinggalkan oleh penggunanya. Time line mulai sepi dan kalaupun ada postingan, rata-rata mereka hanya link foto dari Instagram.

Baca Juga : Facebook Luncurkan Jejaring Sosial Untuk Corporate Bernama Workplace

Sampai saat ini Perusahaan independen yang dipimpin oleh Jack Dorsey ini, masih berdiri sendiri. Tetapi ternyata keberadaannya mulai tergerus oleh para pesaing yang lebih diminati oleh pasar, seperti Facebook, Instagram dan yang sedang hangat-hangatnya yaitu Snapchat.

Twitter mulai menanggung kerugian besar, akibat pertumbuhan user yang stagnan. Sehingga perusahaan yang identik dengan burung ini, mau tak mau harus menjual sebagian sahamnya untuk tetap bertahan. Pada awal penawarannya, mulai dari Apple, Disney, Google dan perusahaan-perusahaan terkenal lain merasa tertarik untuk membeli. Namun kini mereka mundur, dan memutuskan untuk tidak jadi membeli. Lho kenapa ya?? Kasihan Twitter..

Baca Juga : Kenapa Google Dukung Ahok? Inilah Alasan Logisnya.

Twitter sedang kacau, karena ditinggal semua pembeli.

Twitter awalnya diminati oleh 4 buah perusahaan besar yaitu Apple, Disney, Google dan Salesforce. Namun tiga perusahaan besar yaitu Apple, Google dan Disney memutuskan secara sepihak untuk tidak jadi mengakuisisi. Terakhir yang bertahan yaitu perusahaan Salesforce. Namun akhirnya Salesforce-pun memutuskan untuk tidak jadi membeli, karena ditentang oleh para pemegang sahamnya.

Beginilah apa yang dikatakan oleh Pihak Salesforce, mengenai keputusan mereka yang tidak bisa di prediks,i yang Prilude Kutip dari Techcrunc Hari Minggu ini.

“Dalam hal ini kamilah yang mundur. Pembelian ini bukan hal yang tepat untuk kami,”

Baca Juga : Fitur Baru WhatsApp : Bisa Edit Foto dan Video Sebelum Dikirim

Semua peminat Twitter seperti Apple, Disney, Google dan Salesforce menilai bahwa harga jual  yang ditawarkan terlalu mahal. Karena saat ini Twiter sendiri sudah mengalami kerugian sebesar 400 Milyar Rupiah per tahunnya. Akibatnya semua peminat itu mundur,  Saham jejaring sosial ini pun mengalami kemerosotan sebesar 6,9% menjadi 16,57 Dolar Amerika per lembarnya. Dan sang CEO Jack Dorsey  pun terancam untuk di cabut dari posisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *