Kasus Google : Hadapi Tagihan Pajak Sebesar 5,5 Triliun Rupiah

Dirjen Pajak Selidiki Kasus Google Indonesia
Dirjen Pajak Selidiki Kasus Google Indonesia

Kasus Google yang tidak mau membayar pajak di Indonesia, tengah mencuat ke permukaan. Direktorat Jendral Pajak (Dirjen Pajak), ternyata masih terus mengusut kasus Google ini. Dan kali ini, Dirjen Pajak akan menaikan status kasus pemangkiran pajak ini menjadi Tindak pidana perpajakan.

Baca Juga : Dirjen Pajak Akan Selidiki Google Indonesia Yang Mangkir Pajak

Dirjen Pajak ternyata tidak mau melepaskan Google Indonesia begitu saja. Mereka masih terus mengusut Kasus ini hingga ke akar-akarnya. Tetapi hingga minggu ini perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini, masih menolak untuk diperiksa laporan perpajakannya.

Kasus Google Indonesia Versus Dirjen Pajak Makin Memanas.

Saat ini Dirjen Pajak telah menaikan status penyidikan Perpajakan Google, menjadi Tindak pidana perpajakan. Karena memang tidak adanya itikad baik dari pihak Google untuk melunasi tagihan pajaknya yang diperkirakan mencapai 5,5 Triliun Rupiah hanya untuk Tahun 2015 saja. Yang didapat dari iklan elektronik.

Baca Juga : Samsung Galaxy Note 7 Ditarik dan Samsung Dituntut

Beginilah apa yang dikatakan oleh Kepala Kantor DJP Wilayah Jakarta untuk Kasus Khusus, Muhammad Haniv. Mengenai Kasus pemangkiran Pajak Google ini:

“Mereka telah menolak diperiksa dan menolak ditetapkan sebagai Bentuk Usaha Tetap (BUT), maka kita akan melakukan langkah lebih keras. Kita akan mencoba melakukan negosiasi agar mereka mau membayar pajak, terutama dari isu fairness atau keadilan, karena upaya ini berhasil di Inggris.”

Baca Juga : Wow, Kini Ada HP Terbaru Yang Memiliki RAM 8 GB

Dirjen Pajak sebelumnya telah melakukan Negoisasi dengan Pihak Google Asia Pacific Pte Ltd yang berlokasi di Singapura terkait kemungkinan dilakukan pemeriksaan pajak. Namun Pihak Google masih tetap menolak. Bahkan Google Indonesia berencana menyewa Tim pengacara untuk melawan Pihak Dirjen Pajak.

Langkah terakhir yang dilakukan oleh Dirjen Pajak adalah memanggil para direktur Google Indonesia yang juga memegang posisi di Google Asia Pasifik. Dan bekerjasama dengan kepolisian untuk pengamanan.

Baca Juga  Google Buka Pusat Riset Machine Learning di Swiss

Biasanya jarang sekali kasus pemeriksaan perpajakan dinaikan statusnya menjadi kasus kriminal seperti saat ini. Dan menurut Yustinus Prastowo, direktur eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis kasus seperti ini tidak akan bisa diselesaikan dengan cepat. Setidaknya memakan waktu tiga tahun sampai pengadilan membuat keputusan mengenai kasus kriminal terkait pajak.

  • Nuron

    …dtmpat k’jja z…gg mna_kmna,, 🙂