Indosat Ooredoo Sindir Telkomsel Dengan Spanduk

Sumber Gambar : Google. Indosat Ooredoo
Sumber Gambar : Google. Indosat Ooredoo

Baru-baru ini santer diberitakan bahwa Dua Operator seluler di Indonesia sedang berpolemik, karena Pihak Indosat Ooredoo melakukan sindiran dengan jelas kepada Telkomsel. Ternyata hal tersebut bukan isapan jempol semata. Karena kasus tersebut sudah sampai kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Baca Juga : Facebook Messenger ‘Paksa’ Pengguna Aplikasi SMS Untuk Pindah

Kemarin tepatnya tanggal 20 Juni 2016, BRTI memanggil Direksi Indosat untuk meminta penjelasan, kenapa Pihak Indosat melakukan hal tersebut.  Beginilah apa yang dikatakan oleh I Ketut Prihadi Kresna yang Prilude kutip dari Okezone:

“Senin pagi kami undang Indosat. Jika hal ini benar iklan, seharusnya PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) bisa menegur/menghimbau si pembuat iklan. Intinya, jika hal tadi adalah iklan, maka iklan tidak etis jika berusaha menjatuhkan kompetitornya, apalagi dengan menyebut nama pesaingnya langsung. Kami akan minta penjelasan Indosat terlebih dahulu,”

Baca Juga : Inilah Gosip-gosip seputar IPhone 7

Inilah beberapa foto dari spanduk yang dimaksud:

Tarif Telkomsel Bikin Kantong Bolong........
Tarif Telkomsel Bikin Kantong Bolong……..
Spanduk Indosat yang menyindir Telkomsel
Spanduk Indosat yang menyindir Telkomsel

Seperti yang telah diprediksi oleh Publik, Pihak Indosat mengatakan bahwa spanduk tersebut bukanlah iklan resmi dari perusahaan untuk Masyarakat umum, tetapi hanya untuk event tertutup yang diadakan oleh Indosat. Terus kenapa Pihak Indosat membuat spanduk-spanduk yang sangat menyindir (walaupun dalam event tertutup khusus untuk Indosat ) tersebut?

Indosat Ooredoo merasa terkalahkan di luar Jawa.

Nah, jawaban yang masuk akal adalah, karena Indosat Ooredoo merasa terkalahkan dalam pasar persaingan di Luar Jawa seperti yang dikeluhkan oleh CEO Indosat sendiri yaitu Bapak Alexander Rusli. Bapak CEO Indosat tersebut memang sempat mengeluhkan adanya monopoli pasar di luar Jawa oleh salah satu Operator besar (baca: Telkomsel). Menurutnya, hal tersebut bisa merugikan Konsumen.

Menurut Pihak Indosat Ooredo Telkomsel memiliki 86% pasar luar Jawa karena didukung oleh peraturan yang cenderung memihak kepada Telkomsel. Pihak Indosat khawatir persentase tersebut akan meningkat setiap Tahunnya. Dan yang pasti dirugikan dalam hal ini adalah Masyarakat itu sendiri.

Baca Juga : BRISat Berhasil Diluncurkan, Lantas Apa Manfaatnya Bagi Bangsa Indonesia?

Pihak Indosat juga berharap agar pemerintah mendukung persaingan yang sehat, dan tidak ada monopoli dalam hal ini. Karena meurut Pihak Indosat, Telkomsel telah memonopoli pasar Luar jawa lebih dari 50%, hal tersebut lah yang memicu persaingan tidak sehat.