Pria Berusia 28 Tahun Di Tembak Mati Saat Bermain Facebook Live

Facebook Live (ilustrasi/youtube)
Facebook Live (ilustrasi/youtube)

Amerika Serikat, sebuah negara adidaya yang oleh sebagian orang dianggap polisi-nya dunia ternyata saat ini sudah tidak bisa dibilang negara aman lagi. Negeri paman sam kini berduka kembali. Setelah sebelumnya terjadi tragedi penembakan brutal yang dilakukan oleh Omar Mateen di Orlando kali ini penembakan terjadi kembali di Chicago. Seorang laki-laki yang baru saja menginjak masa dewasa, Antonio Perkins (28) ditembak mati oleh orang tidak dikenal saat melakukan facebook live.

Seperti yang diberitakan oleh CBSNews(17/6) Pria berkulit hitam tersebut dibunuh saat melakukan facebook live. Facebook live sendiri merupakan layanan live broadcast yang disediakan oleh facebook sebagai bagian dari usahanya untuk menjegal periscope.

Baca Juga : Demi Meningkatkan Jumlah Download Facebook Moments, Facebook Ancam Hapus Foto Penggunanya.

Dalam video berdurasi 14 Menit terlihat Perkins sedang melakukan live broadcast ke beberapa orang temannya di facebook. Tidak berselang lama terdengan suara tembakan begitu keras. Seketika Perkins pun terkapar ke tanah. Dari bagian leher dan kepalanya darah mengalir deras. Orang-orang yang ada di sekitar ikut berteriak sebagai ekspresi dari ketakutannya. Terdengar sayup-sayup orang-orang berusaha untuk memanggil ambulan. Namun sayang, pria yang dikenal berperangai baik tersebut nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Ayah Perkins, Daniel Cole mengatakan “Anak saya adalah anak yang baik, dia tidak terlibat hal negatif apapun, kesehariannya dia hanya bekerja dan mengurus anaknya.”

Akankah Facebook Live Jadi Tempat Berbagi Video Kekerasan?

Di Chicago saja, ini merupakan kali kedua Facebook Live menayangkan Video penembakan. Tercatat pada tanggal 31 Maret lalu, seorang pria berusia 31 tahun tergeletak mati setelah ditembak. Saat ditembak, pria tersebut sedang jalan-jalan di trotoar sambil memegang handphone dan melakukan facebook live.

Selain itu, kejadian serupa juga terjadi di Prancis. Di tengah semarak Euro 2016, ada seorang simpatisan ISIS yang menebar teror. Pada hari selasa lalu (14/6) simpatisasn ISIS melakukan penembakan terhadap seorang Komandan Polisi dan Kawannya. Sesaat setelah melakukan penembakan dia mengambil handphone dan melakukan Facebook Live. Pada live broadcast yang dia sebar, dia menyampaikan seruan untuk melakukan jihad terhadap seluruh komunitas muslim, seperti yang Prilude kutip dari laman CNN (18/6). Selain itu, dia juga berjanji akan menebar teror yang lebih banyak lagi pada pergelaran Euro 2016.

Facebook dengan facebook live -nya, maupun twitter dengan periscope-nya tentu sama sekali tidak ingin aplikasi ciptaannya digunakan untuk menebar video kekerasan. Namun, karena video ini dilakukan secara live streaming maka sangat sulit bagi facebook maupun twitter untuk melakukan moderasi terhadap kontennya.