Luar Biasa, Dengan Google Magenta Kamu Bisa Ciptakan Lagu Tanpa Perlu Paham Musik

Google Magenta (flickr), Internet Cepat
Google (flickr)

Seni, sejatinya lahir dari intuisi dan ungkapan jiwa penciptanya. Sudah bertahun-tahun kita ketahui, jika ingin menciptakan sebuah lagu maka manusia harus berpikir kreatif serta mengerahkan semua naluri seni-nya kemudian dituangkan dalam note-note lagu. Namun apa jadinya, jika suatu saat lagu tidak benar-benar diciptakan oleh seniman, melainkan diciptakan oleh sebuah mesin yang disebut Google Magenta?

Ya, Google dengan projek ambisiusnya yang mereka sebut sebagai Google Magenta berusaha untuk mewujudkan satu buah program yang memungkinkan siapapun untuk mengarang sebuah lagu. Magenta sendiri merupakan singkatan dari  Music and Art Generation with Machine Intelligence. Dari singkatan tersebut dapat kita lihat bahwa Google Magenta sejatinya merupakan hasil dari Machine Learning milik Google. Dia dibangun dari Google TensorFlow System, sebuah machine learning open source buatan Google. TensorFlow merupakan induk dari machine learning-nya, sedangkan magenta merupakan pengembangan dari TensorFlow yang secara spesifik diciptakan untuk membuat karya seni.

Google memang dikenal gemar bereksperimen dengan beragam hal yang berhubungan dengan ilmu komputer. Istilahnya adalah, jika di kampus materi ilmu komputer seperti machine learning ini hanya akan jadi teori saja, tapi di Google machine learning benar-benar akan diterapkan untuk menjadi sebuah produk yang bermanfaat.

Satu karya Google Magenta, telah dipamerkan oleh Google beberapa hari yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 1 Juni lalu. Karya pertama hasil generate otomatis dari machine learingnya google tersebut bisa Anda dengarkan disini. Google menyebut karya pertamanya tersebut dengan sebutan Gogole Magenta Sample Music.

Menurut keterangan di laman GitHub-nya Magenta, tim pengembang mengatakan ada dua tujuan dari dibuatnya magenta. Tujuan pertama adalah untuk memajukan seni dalam bidang musik, video, gambar, serta teks. Sedangkan tujuan keduanya adalah sebagai upaya untuk membangun komunitas antara seniman, programmer, serta peneliti machine learning. 

Google Magenta Bukan Yang Pertama

Google Magenta bukan hal pertama dari eksperimen Google untuk menciptakan seni dari mesin. Perusahan ini sebelumnya  telah menciptakan algoritma DeepDream. DeepDream merupakan pengembangan dari ilmu jaringan saraf tiruan (artificial neural networks) yang digunakan oleh Google untuk menciptakan karya seni lukis.

Secara sederahana Google DeepDream bekerja dengan cara: manusia memberikan beberapa gambar ke dalam program DeepDream, kemudian AI (Artificial Intelligent) di DeepDream akan mengetahui objek apa yang dikirim apakah itu burung, kucing, gunung, dan lain sebagainya. Banyaknya gambar yang masuk membuat DeepDream jadi bisa mengidentifikas dan mengenali objek yang ada di gambar dan dia mampu mengelompokannya berdasarkan pada kemiripan antar objek. Setelah DeepDream memiliki database dan kecerdasan untuk membedakan objek, kemudian pengguna bisa upload foto ke DeepDreamGenerator yang akan dibuat menjadi karya artefak morphing yang aneh. Foto yang dihasilkan dibuat berdasarkan pada kemiripan yang muncul pada gambar. Misal, jika ada objek mirip kucing maka akan diubah menjadi kucing. DeepDream bisa anda coba melalui web berikut.