Meski Jumlah Pengguna Meningkat, Twitter Tak Mampu Tambah Pendapatan

Twitter
Twiiter dengan logo burung terbang

Raksasa Mikroblogging asal Amerika, Twitter dilaporkan belum mampu memperoleh penghasilan sesuai dengan ekspektasi analis. Hal tersebut tercermin dalam laporan triwulan yang dikeluarkan oleh Twitter pada hari Rabu (27/4). Menurut laporan yang dilansir Twitter, pendapatan triwulan pertama 2016 mereka adalah $ 596 juta (sekitar Rp 7,8 triliun).

Angka tersebut sebetulnya mengalami peningkatan daripada pendapatakan triwulan pertama tahun lalu. Namun sayangnya, jauh lebih kecil dari pendapatan mereka di triwulan akhir 2015. Hal tersebut membuat saham Twitter kembali memerah sebesar 15% pada perdagangan Jumat kemarin. Imbasnya adalah kapital market twitter merosot hingga satu milyar dollar.

Berikut ini adalah rekap dari pendapatan twitter seperti yang dilansir oleh Techcrunch (5/2).

  1. Triwulan Pertama, 2015: $436 juta, meningkat 74% year-over-year.
  2. Triwulan Kedua, 2015: $502 juta, meningkat 61% year-over-year.
  3. Triwulan Ketiga, 2015: $569 juta, meningkat 58% year-over-year.
  4. Triwulan Keempat, 2015: $710 juta, meningkat 48% year-over-year.
  5. Triwulan Pertama, 2016: $595 juta, meningkat 36% year-over-year.

Permasalahan yang lebih pelik datang berikutnya menyambangi Twitter. Pada beberapa saat yang lalu, twitter menargertkan peroleh pendapatan antara $590 juta hingga $610 juta. Maka dari itu, analis menaksir perolehan Twitter akan berada di angka $678 juta. Padahal secara realisasi Twitter hanya mampu memperoleh $595 juta. Hal tersebut tentu membuat pelaku pasar hilang kepercayaannya kepada Twitter.

Jumlah Pengguna Meningkat

Meski lambat, namun jumlah pengguna twitter dilaporkan bertambah. Penambahan yang diperoleh Twitter sebetulnya tidaklah semasif facebook. Pada Triwulan ini jumlah pengguna Twitter bertambah menjadi 310 juta dari sebelumnya 350 juta.

Analis mengatakan bahwa penambahan jumlah pengguna tersebut dirasa belum cukup untuk meningkatkan pendapatan Twiiter. Di sisi lain, Twitter di dorong untuk lebih aktif dalam mencari sumber penghasilan, misalnya dengan meningkatkan efektifitas penayangan layanan iklan.


Sumber Gambar : jisc.ac.uk