Rayuan Murahan Bos Go-Jek

Baru-Baru ini CEO Go-Jek Nadiem Makarim meng-unggah sebuah video kontroversial yang mengajak para pengemudi GrabBike dan UberMotor untuk pindah saja ke Go-Jek. Karena menurutnya dengan mereka pindah ke Go-Jek akan menunjukan rasa Nasionalisme para pengemudi di perusahaan saingan Go-Jek tersebut.

Banyak Pihak yang mengatakan, bahwa langkah Nadiem Makarim untuk mengajak para pengemudi GrabBike dan UberMotor  tersebut dipicu oleh persaingan, Nadiem ingin menguasai pasar Ojek Online seorang diri. Dan mengatasnamakan Nasionalisme, padahal itu demi kepentingan Pribadi dan Perusahaannya.

Video yang di Upload Nadiem Makarim tersebut akhirnya menuai Pro dan Kontra, di kalangan Netizen. Banyak yang berkomentar pedas dan tidak manusiawi, sehingga akhirnya video tersebut di hapus dari Youtube karena Nadiem ingin ketenangan. Tetapi efek dari video tersebut masih berlanjut di dunia Maya. Banyak orang yang menganggap dengan bergabung dengan Go-Jek dirinya lebih Nasionalisme, padahal hal tersebut hanya menguntungkan pihak Go-Jek saja.

Karena saat ini Aplikasi Ojek Online sudah banyak bertebaran di Indonesia. Di Prilude Studo sendiri (salah satu cabang usaha dari Priludecom yang bergerak di bidang pembuatan Software dan Sistem Informasi), hampir tiap bulan ada anak bangsa yang memesan Aplikasi sejenis Go-Jek tersebut. Jadi kalau Nasionalisme berarti bergabung dengan Go-Jek terus apa kabar dengan Ojek online lain yang sama buatan anak Bangsa.