Masa Depan Zalora Tidak Menentu

Saat ini nama Zalora sebagai e-commerce Fashion mulai di kenal luas di kalangan para pencinta shopping online di Indonesia, karena di sini Kita bisa mendapatkan berbagai merek Fashion yang terkenal dari dalam maupun lur negeri.

Namun e-commerce Zalora yang dinaungi oleh Perusahaan Rocket Internet ini, di sebut-sebut dalam proses penjualan. Seperti yang Prilude kutip dari situs Techcrunch menyebutkan bahwa Perusahaan Rocket Internet yang menaungi 11 cabang usaha termasuk Zalora ini, akan menjual 2 dari 11 cabang perusahaannya tersebut termasuk Zalora.

Menurut orang dalam Zalora, Ada masalah juga dalam management Zalora karena keluarnya dua orang penting dalam Management tersebut yaitu Harry Markl dan Avni Pundir yang masing-masing merupakan ketua cabang  di Singapura dan Co-Founder. Yang meninggalkan Zalora dengan masa depan tak menentu.

Hari terakhir Markl di Zalora adalah Tanggal 14 April 2016 kemarin, sedangkan Pundir sudah mulai diam-diam keluar sejak sebulan yang lalu. Mereka keluar dari Zalora karena ingin membuat bisnis sendiri.Tetapi orang dalam mengatakan Mereka keluar karena adanya ketegangan antara pihak Zalora dengan Global Fashion Group (GFG) yaitu perusahaan Payung Rocket Internet yang di bentuk untuk mengelola situs e-commerce Fasion di seluruh dunia termasuk Zalora.

GFC sendiri di bentuk oleh Mantan kepala Amazone Group yang terdiri dari lima perusahaab yaitu Dafiti (Amerika Latin), Jabong (India), Lamoda (Rusia dan CIS), Namshi (Timur Tengah) dan Zalora. Sekarang GFC tersebut telah menyebar ke 23.

Sebenarnya masalah timbul ketika terjadi perbedaan fokus lokasi pemasaran antara pihak Zalora dan GFC, pihak Zalora ingin masuk ke Pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia karena dianggap potensial di masa depan, tetapi GFC ingin memasuki pasar yang pasti menguntungkan seperti Timur Tengah. Pihak Zalora sendiri tidak bisa membantahnya karena GFC-lah yang membiayai Zalora, dengan adanya GFC Zalora tidak akan kehabisan uang.

Berdasarkan perintah dari GFC, Zalora harus rela menjual cabangnya di Vietnam dan Thailand Tahun lalu walaupun keuntungan yang di dapat lumayan besar yaitu 10 Juta Dolar. Hal tersebut lah yang memicu kemarahan dari Harry Markl dan Avni Pundir sehingga memutuskan untuk keluar dan mulai berbisnis Sendiri.